BPBD Palopo Siaga Dampak La Nina

  • Whatsapp
Anthonius Dengen
8

PALOPO — Daerah diminta siaga akan datangnya anomali iklim La Nina di akhir tahun ini. Dampak ekstremnya akan menyebabkan tingginya curah hujan dan berpotensi datangnya banjir, dan tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan anomali iklim memungkinkan datang lebih ekstrem. Karenanya seluruh provinsi di Indonesia harus menyiapkan skema penanganan.

Bacaan Lainnya

“Harus ada koordinasi secepatnya agar daerah siap. Seluruh daerah mesti menetapkan langkah antisipasi,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, baru-baru ini. Lilik menjelaskan, pemprov masing masing daerah sudah harus melakukan koordinasi paling lambat November. Setelah itu langkah penanganan disosisalisasikan ke seluruh kabupaten dan kota.

Kepala BPBD Palopo, Antonius Dengen menjelaskan, fenomena La Nina yang dihadapi Indonesia saat ini dapat berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo meminta agar sejumlah kecamatan yang rawan bencana untuk berhati-hati dan waspada. Tak hanya daerah yang rawan longsor namun daerah yang tidak rawan longsor dan banjir pun harus waspada. “Jadi imbauan ini diberikan kepada seluruh masyarakat Kota Palopo pada seluruh kelurahan di sembilan kecamatan. Kalau ada informasi longsor maupun banjir mohon segera beritahu kami (BPBD),” ucapnya.

Dalam mengantisipasi hal tersebut BPBD, jika ada gejala bencana segera diinformasikan kepada BPBD. Dimana BPBD telah menyiapkan nomor call center yang bisa dihubungi yakni 0471-3310239 dan handphone 082194699391.

“Setiap posko pemantau ada satu warga yang merupakan tokoh masyarakat yang ditugaskan di posko tersebut. Serta siap siaga serta melaporkan jika ada gejala-gejala bencana yang akan terjadi,” jelas Antonius Dengen.

Mantan Kadis PUPR ini mengungkapkan, sejumlah kecamatan yang cukup rawan terjadinya banjir antara lain, Wara Barat, Kecamatan Wara, dan Wara Timur. Karena di kecamatan-kecamatan tersebut, merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sedang untuk kecamatan yang cukup rawan longsor antara lain, Kecamatan Wara Barat dan Kecamatan Sendana. Selain itu, untuk wilayah yang rawan terkena puting beliung yakni Kecamatan Wara Timur.

Selain itu, Antonius juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh camat dan lurah agar jika ada gejala bencana segera diinformasikan kepada BPBD. Dimana BPBD telah menyiapkan nomor call center yang bisa dihubungi. ”Masyarakat yang menemukan gejala akan terjadi bencana bisa menghubungi call center BPBD,” tandasnya. (*)





Pos terkait