Diduga Terlibat Tambang Galian C Ilegal, Reskrim Polres Luwu akan Memanggil Kadis Perikanan Untuk Diperiksa

Alat berat milik Dinas Perikanan Kabupaten Luwu yang digunakan untuk mengeruk pasir dan batu di bantaran sungai Bajo secara ilegal sempat disembunyikan dibalik pohon pisang. (Ft/Ist)

BELOPA— Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu akan memanggil Kepala Dinas Perikanan, Baharuddin untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan keterlibatannya pada tambang galian C illegal di bantaran sungai Bajo yang menggunakan alat berat excavator milik Pemda Luwu.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jhon Paerunan mengatakan timnya dalam waktu dekat ini akan turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Pihak terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Bacaan Lainnya

“Termasuk Kadis Perikanan Luwu akan kita panggil untuk diperiksa, karena alat ini milik dinas yang ia pimpin.,” katanya Kamis (14/7/2022).

“Jika benar lokasi tambang galian c tersebut tidak mengantongi izin, maka seluruh pihak yang terkait dalam pekerjaan tersebut akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tambah Jhon Paerunan.

Sebelumnya, alat berat excavator merek hitachi milik dinas perikanan kabupaten Luwu itu kedapatan mengeruk pasir dan batu di bantaran sungai di Bajo. Material pasir dan batu di sungai, dikeruk lalu dijual. Saat itu, Kepala Dinas Perikanan  Baharuddin berkilah, jika alat tersebut tidak mengeruk sungai, tapi kebetulan sedang melintas menyeberangi sungai, lalu rusak.

Namun pernyataan Baharuddin di sejumlah wartawan, bertentangan dengan fakta yang ada. Faktanya, alat berat ini sudah tiga hari bekerja mengeruk pasir di bantaran sungai.

Untuk mengelabui masyarakat setempat, excavator itu sempat disembunyikan dibalik pohon pisang. Setelah kedapatan melakukan pengerukan di bantaran sungau Bajo pada 12 Juli 2022, Baharuddin kemudian memindahkan alat berat tersebut ke garasi aset Pemda Luwu, Rabu kemarin. (fit)











Pos terkait