Ditantang Dua Tokoh Senior di Pilkada Lutra, IDP : Jangan Dulu Bicara Politik, Saya Fokus Urus Bencana

  • Whatsapp
9

MASAMBA — Bupati incumbent Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP), akan ditantang dua tokoh senior di pilkada. Mereka adalah Thahar Rum dan Arsyad Kasmar.

Keduanya sudah mengantongi dukungan partai untuk maju di pilkada. Thahar Rum berpasangan dengan Rahmat Laguni, sementara Arsyad Kasmar menggandeng politisi Hanura, Andi Sukma.

Bacaan Lainnya

Baik Thahar maupun Arsyad, sudah punya pengalaman tanding di pilkada. Pada pilkada 2010, Thahar dan Arsyad maju sebagai calon bupati. Saat itu, IDP juga maju sebagai calon wakil bupati paket dengan Arifin Junaidi.

Pada pilkada 2020 ini, mereka kembali akan berhadap-hadapan. Indah selaku petahana, sementara Thahar Rum dan Arsyad Kasmar sebagai penantang.

Indah Putri yang dimintai tanggapannya soal penantangnya di pilkada enggan berkomentar banyak. ” Saat ini, saya tak ingin bicara politik. Saya fokus urus bencana. Kasihan masyarakat,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (30/07/2020).

Bencana yang dimaksud bupati perempuan pertama di Sulsel ini adalah banjir bandang yang menerjang LUwu Utara, 13 Juli lalu. Bencana tersebut menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan warga kini tinggal dalam pengungsian akibat rumahnya hanyut.

Sementara itu, Manajer Strategi dan Operasional, Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursyandi Syam menyebut Indah Putri Indriani, Thahar Rum dan Arsyad Kasmar adalah wajah-wajah lama yang memiliki modal elektoral mumpuni untuk memimpin Bumi Lamaranginang.

Hanya saja kata dia, skema kandidasi yang diikuti tiga pasang calon, atmosfernya relatif menguntungkan petahana IDP.

“Andai strategi politik “belah bambu” benar dijalankan. Konsentrasi kompetitornya bisa terpecah mengingat lawan politiknya tak hadir dari satu arah,” kata lelaki yang akrab disapa Sandi ini.

Kendati demikian peluang Thahar Rum dan Arsyad Kasmar tetap terbuka. Sebagai penantang kata Sandi, bisa memanfaatkan ruang itu untuk hadir dengan pesan kampanye bertema perubahan.

” Saya kira keuntungan elektoral bisa signifikan dituai oleh pasangan calon tergantung dari kerja-kerja politiknya. Situasi pandemi dan bencana alam yang menerpa Luwu Utara harus disikapi secara jeli dalam konteks kontestasi politik,” katanya. (adn)

Pos terkait