Inflasi di Gowa 1,64 Persen, Plt Sekda Gowa Pimpin Pertemuan TPID

  • Whatsapp
5

GOWA — Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Hj Kamsinah membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis (8/10).

Ia mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, yang menjadi perhatian bagaimana mendorong pelaku usaha untuk berkontribusi menjaga ketersediaan stok bahan pangan dan tidak mengambil keuntungan dari kondisi saat ini.

Bacaan Lainnya

“Sekarang yang dibutuhkan melibatkan semua BUMD, koperasi, toko tani dan swasta sebagai pemasok pangan dan bekerjasama dalam pendistribusiannya,” ungkapnya.

Selain itu, terkait ketersediaan ketahanan pangan di Gowa dipastikan aman bahkan melebihi kebutuhan masyarakat di bulan ini seperti beras tersedia 320.765 ton sedangkan kebutuhan 9.127 ton, gula pasir tersedia 2.010 ton sementara kebutuhan hanya 1.369 ton, telur 53.553.642 biji dan kebutuhan 45.636.420 biji.

Begitu pula dengan daging sapi dan ayam, sayur dan buah, dan lainnya. Direktur Divisi Ekonomi Bank Indonesia, Endang Kurnia Saputra, mengatakan Kabupaten Gowa yang masuk pada wilayah Makassar bersama Takalar mengalami inflasi 1,64 persen.

Hal tersbebut kata Endang masih terbilang wajar di tengah pandemi ini. Namun yang perlu menjadi perhatian yaitu mengurangnya daya beli masyarakat yang diakibatkan oleh beberapa hal salah satunya penurunan omset bagi pelaku usaha dan PHK sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat itu sendiri.

“Inflasi bulan ini masih terkendali sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi tantangan utama kita meningkatkan kembali daya beli masyarakat,” bebernya. (NH)





Pos terkait