OPINI : Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia

  • Whatsapp
54

Penulis : Niren Saputri Nirwan

Pandemi virus corona (Covid-19) masih menghantui khususnya Indonesia. Sejak kasus pertama diumumkan, lonjakan pasien positif terus terjadi dan kian meningkat. Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab Covid-19 pada awal Maret 2020. Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam virus tersebut, merebaknya wabah virus corona (Covid-19) membuat pemerintah menutup pintu bagi kedatangan dari Tiongkok. Tak hanya wisatawan, sejumlah produk asal negeri panda itu pun dibatasi.

Bacaan Lainnya

Pemerintah telah membuat kebijakan seperti mewajibkan penggunaan masker untuk aktivitas diluar ruangan, pelarangan Ojek Online untuk mengangkut penumpang, serta pembelian vaksin covid-19, guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran covid-19. Protokol kesehatan ini ternyata menyebabkan tekanan ekonomi bagi masyarakat. Tekanan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan menjadi penyebab masyarakat untuk kembali beraktivitas. Namun pada kenyataanya tidak sedikit yang turut melanggar protokol kesehatan, baik itu dalam hal penggunaan masker maupun juga menjaga jarak.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Tindakan tersebut dapat berpotensi terhadap perekonomian Indonesia. Covid-19 memberi dampak di berbagai sektor. Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona.

Ekonomi merupakan faktor yang terpenting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan ekonomi erat kaitannya dalam kehidupan sehari-sehari. Manusia untuk memenuhi kebutuhannya seperti makan, minun, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain memerlukan suatu ekonomi yang kuat.

Negara dituntut untuk megatur kebijakan mengenai perekonomian Indonesia dan dituntut untuk menjamin ekonomi masyarakat Indonesia dikarenakan faktor ekonomi merupak faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Ekonomi merupakan faktor yang terpenting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan ekonomi erat kaitannya dalam kehidupan sehari-sehari. Manusia untuk memenuhi kebutuhannya seperti makan, minun, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain memerlukan suatu ekonomi yang kuat. Negara dituntut untuk megatur kebijakan mengenai perekonomian Indonesia dan dituntut untuk menjamin ekonomi masyarakat Indonesia dikarenakan faktor ekonomi merupak faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Pada tahun 2020, covid-19 menjadi perhatian yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Banyak kerugian yang ditimbulkan dari pandemic ini yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Setelah mengalami peningkat kasus yang melesat dengan kurun waktu sangat cepat, pemerintah membuat kebijakan dalam mengatasi pandemic covid-19, degan berlakunya PSBB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020. Dengan adanya PSBB tersebut semua kegiatan yang biasa dilakukan terpaksa terhenti. Seluruh kegiatan dibidang indutri maupun perkantoran untuk sementara waktu terpaksa berhenti untuk beroperasi. Selain itu, sector pendidikan, layanan public, seluruh tempat beribadah, pusat perbelanjaan, rumah makan maupun tempat pariwisata juga mengalami hal yang sama.

Bentuk nyata yang dapat dilihat dari dampak covid terhadap ekonomi yang dapat terlihat saat ini adalah kejadian PHK. Banyak karyawan yang dirumahkan dan berbagai perusahaan bahkan terancam bangkrut. Sebanyak 114.340 perusahaan telah melakukan PHK dan merumahkan tenaga kerja dengan total pekerja yang terkena telah mencapai angka 1.943.916 orang perusahan dengan persentase 77% sector formal dan 23% dari sector informal (Kemnaker, 2020).

Dampak ini secara otomatis akan mempengaruhi penurunan daya beli masyarakat yang mana perputaran uang akan menjadi sangat minim ditengah masyarakat serta pada saat yang sama juga produksi barang akan terbatas dan menyebabkan deficit perdagangan.

Dampak lain dapat terlihat juga pada sector pariwisata yaitu hotel, restoran maupun pengusaha retail. Hotel mengalami penurunan okupansi hingga 40%. Wisatawan yang sepi juga berdampak pada rumah makan atau restoran sekitar yang konsumen biasanya adalah wisatawan tersebut. Sektor pariwisata yang lemah juga berdampak pada industry retail. Daerah yang terdampak pada sector retail antara lain yaitu Jakarta, Manado, Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Medan.

Perekonomian di Indonesia terganggu akibat pandemic covid-19 ini juga terjadi pada mekanisme pasar bukan berdampak hanya pada fundamental ekonomi riil saja. Terganggunya mekanisme pasar ini dapat menlenyapkan surplus ekonomi yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pada pasar ekspor-impor. Mekanisme pasar yang terganggu akibat dampak covid-19 yang menyelenyapkan surplus ekonomi, namun dampak dari covid-19 ini juga ada pengaruh positifnya terhadap perekonomian Indonesia yaitu adalah akan terbukanya peluang baru pasar ekspor selain China. Dampak positif dari pandemic ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat memperkuat perekonomian dalam negeri. Hal ini dikarenakan pandemic ini mengakibatkan pemerintah akan memprioritaskan serta memperkuat daya beli di dalam Negeri saja. Dengan hal ini, pemerintah bisa memanfaatkan dengan baik agar investasi tetap stabil walaupun pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini sedang terancam secara global. (*)

Pos terkait