Pantau Smelter Nikel PT BMS, JK Target Produksi FeNi dan NSBG 36 Ribu Ton Pertahun

Jusuf Kalla (JK) saat memantau langsung proses produksi FeNi PT Bumi Mineral Sawerigading (BMS) yang berlokasi di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Senin (22/04/2024) Malam.

Luwu- Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla secara langsung meninjau proses peleburan biji Nikel hasil produksi PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) milik Kalla Group yang berlokasi di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Senin (22/04/2024) malam.

Proses peleburan biji nikel PT Bumi Mineral Sulawesi.

“Tadi kita liat, smelter ini sudah mulai berproduksi setelah hampir 5 tahun kita membangun pabrik pertama PT BMS ini,” kata JK.

Bacaan Lainnya

Untuk produksi dari bahan mentah menjadi Tappung Metal FerroNikel (FeNi) kata JK, tungku pertama ini ditargetkan memproduksi 100 ton perhari.

“Kadar nikel hasil produksi dari tungku pertama ini mencapai 10 persen. Dan semua ini kerjakan oleh 80,47% para pekerja lokal Luwu dan Palopo,” terang mantan Wakil Presiden diera Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Tungku pertama dari Pabrik Smelter PT Bumi Mineral Sulawesi.

Setelah konstruksi smelter I ini rampung dan sudah mulai beroperasi sejak 12 April 2024 lalu, JK mengungkapkan rencana pembangungan PT BMS untuk kedepannya.

“Rencananya smelter kedua akan rampung pada Juli 2024 mendatang dan akan memproduksi Nikel Sulfate Batterai Grade atau NSBG, kedau smelter ini akan diresmikan setelah konstruksi pabrik kedua selesai dikerjakan,” ungkap JK.

“Untuk target tungku kedua smelter ini, akan memproduksi 33 hingga 36 ribu ton FeNi dan NSBG pertahun dan akan diekspor ke Benua Eropa dan Amerika,” tutupnya. (fit)



Pos terkait