Pemkab Lutra Rampungkan 22 KM Ruas Mabusa-Malimongan

  • Whatsapp
58

LUTRA – Di tengah kondisi pandemi covid-19, nyatanya pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Pemkab Lutra) tak berhenti bekerja guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satunya memastikan pergerakan ekonomi terutama di wilayah pedesaan agar tetap tumbuh dengan menggenjot perbaikan infrastruktur di wilayah pegunungan.

Kecamatan Seko menjadi satu di antara prioritas pembangunan infrastruktur yang terus mendapat perhatian tidak hanya dari Pemerintah Provinsi namun juga Pemerintah Daerah. Perintisan jalan yang menghubungkan satu desa ke desa lainnya terus dilakukan guna memudahkan akses transportasi bagi masyarakat yang ingin menjual hasil komoditi perkebunan mereka.

Bacaan Lainnya

Jalur Mabusa – Malimongan misalnya. Perintisan jalan yang sudah dikerjakan sejak awal tahun 2018 lalu kini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat desa setempat. Kondisi jalan sepanjang 24 kilometer yang menghubungkan Dusun Mabusa Desa Rinding Allo di Kecamatan Rongkong dan Desa Malimongan Kecamatan Seko kini dapat ditempuh dengan hitungan sekira 3 jam dari kondisi sebelumnya yang bisa mencapai seharian penuh terlebih saat intensitas hujan tinggi.

“Sebelum jalur Mabusa-Malimongan dirintis, masyarakat yang ingin ke Seko Tengah dan Seko Lemo biasanya harus keliling dulu sehingga jaraknya sangat jauh. Sekarang mereka yang ingin ke Seko Tengah bisa masuk melalui Mabusa. Dari sepanjang 24 kilometer tertinggal 2 kilometer lagi yang masih sementara dibenahi oleh Pemerintah Daerah,” terang Kepala Dinas PUPR Luwu Utara, Suaib Mansur yang mendampingi Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada kunjungan kerja peninjauan jalan sekaligus peresmian Sarana Air Bersih di Desa Malimongan, Seko, Senin (1/6).

Suaib menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan juga telah merambah ke wilayah pegunungan lainnya, selain Rongkong dan seko, perbaikan jalan menuju ke Rampi sementara dalam tahap pemeliharaan.

“Hal ini kita lakukan agar pergerakan ekonomi masyarakat di daerah pegunungan khususnya, bisa berjalan lancar. Apalagi saya lihat beberapa wilayah desa produksi lokal sangat unggul tapi mereka butuh transportasi dan prasarana jalan yang baik. Kalau ini selesai, kita akan benahi yang lain agar pembangunan merata kesemua wilayah, termasuk Rampi yang saat ini sedang dalam pemeliharaan. Karena berbicara jalan itu tahapannya dari perintisan, pengerasan, dan ditutup jika memungkinkan dengan pengaspalan. Kita tidak menampik, Rampi memang ada kendala di struktur jalan, tapi tentu kita tidak berhenti untuk mencari solusi. Mari kita bersama menjaga apa yang harus kita pelihara,” harap Suaib. (hms)



Pos terkait