Sebagai Sumber Penghasilan, Pengungsi Banjir Bandang Lutra Dibukakan Lahan

  • Whatsapp
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat menghadiri pembukaan lahan di desa Meli, Baebunta. (ft/hms)
62

LUTRA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama pemerintah desa, kecamatan dan para relawan kemanusiaan, melakukan pembukaan lahan seluas 20–50 hektar bagi para pengungsi di desa Meli kecamatan Baebunta. Lahan itu akan digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman palawija dan sayuran berumur pendek (20 – 25 hari).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Abdul Muchtar, mengatakan, pembukaan lahan pertanian bagi pengungsi di Meli bertujuan sebagai sumber penghasilan pengungsi, disebabkan ladang penghasilan mereka kini sudah tidak ada lagi karena disapu banjir bandang beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Selain menghilangkan trauma bagi para pengungsi, lahan yang kita buka hari ini nantinya kita harap menjadi sumber penghasilan mereka,” kata Muchtar, di sela-sela pembukaan lahan yang juga dihadiri Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Dandim 1403/Sawerigading, Letkol Inf. Gunawan, Ketua DPRD, Basir, Kadis TPHP Rusydi Rasyid, dan Kepala Desa Meli, Rabu (12/8/2020).

Muchtar mengatakan, komoditi yang ditanam nantinya dikelola secara organik, yaitu sebuah teknik budidaya yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami, sehingga nantinya bisa menghasilkan sayur dan buah yang sehat. “Jadi, selain sebagai sumber pendapatan, juga sebagai sumber gizi saat mereka kewalahan mendapatkan makanan,” jelas dia.

Terkait pembukaan lahan, DTPHP mengerahkan 4 unit traktor jenis jonder yang dikerja para operator dari Brigade Alsintan. “Ini adalah hasil kolaborasi. Masyarakat siapkan lahannya, kami dari Dinas TPHP menyiapkan sarana dan prasarananya. Sementara nanti ada perusahaan yang menyiapkan benih, bibit dan pupuknya secara gratis,” terangnya.

Untuk sementara, pihaknya baru merencanakan tanaman palawija dan sayuran berumur pendek, seperti kangkung, tomat, cabe, kacang panjang, pare, serta sayur-sayuran lainnya yang bisa cepat dipanen. “Dengan rencana seperti ini, kita berharap sayurannya cepat tumbuh, cepat dipanen, sehingga mereka juga bisa cepat mendapatkan hasil,” tandasnya. (hms)

Pos terkait