Sikapi Peristiwa Bom Bunuh Diri, Walikota Palopo Kumpul Muballigh

  • Whatsapp
Kegiatan diikuti Ketua FKUB Kota Palopo Prof Said Machmud, serta para Muballigh se-Kota Palopo.
9

PALOPO – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo menggelar pertemuan dalam menyikapi bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri Jakarta yang dilaksanakan di Auditorium Saokotae, Jumat (02/04/21). Kegiatan diikuti Ketua FKUB Kota Palopo Prof Said Machmud, serta para Muballigh se-Kota Palopo.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyampaikan, keluarga nonmuslim yang sementara beribadah tetap harus diberikan rasa aman, untuk itu, perlu bicarakan bagaimana Kota Palopo ini tetap aman dari hal seperti tersebut.

Bacaan Lainnya

“Karena pada intinya, apa yang dilarang oleh Pemerintah Pusat tentu kita juga akan ikut melarang hal tersebut dan jika ada yang berpendapat di luar hal itu boleh di dengar tapi jangan diikuti,” katanya.

Wali Kota juga menyampaikan, bagi Mubaligh yang akan menyampaikan ceramah di masjid untuk mengamati orang yang ada di sekitar, sehingga dengan segala hal yang disampaikan orang yang pikirannya tidak baik dapat berubah menjadi baik.

“Kota Palopo akan lebih baik jika kita bekerja dengan baik, berpikir dengan baik, karena kita ini selalu meginginkan agar Kota Palopo tetap aman, karena kita semua dan inilah yang harus kita tingkatkan ke depan,” sebut Wali Kota.

Sementara itu, Kapolres Kota Palopo, AKBP Alfian Nurnas menyampaikan, bom bunuh diri tidak mungkin terjadi tiba-tiba tanpa ada sebabnya, untuk itu Kapolres mengajak kelada seluruh masyarakat untuk menjauhi radikalisme dan terorisme karena perbuatan tersebut adalah perbuatan yang terlarang.

“Sejak kemarin kita sudah mulai melakukan pengamanan di gereja dan akan melakukan pengamanan terus menerus begitu juga menjelang bulan suci Ramadhan,” ujarnya. (hms)

Pos terkait