Tambang Emas Ilegal Beroperasi di Desa Kadundung Luwu, Pemiliknya Pengusaha Asal Makassar, Sehari Bisa Dapat 20 Gram

  • Whatsapp
5

BELOPA — Sejumlah anggota Komisi D DPRD Sulsel melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Rabu (23/09/2020).

Juga hadir dalam rombongan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulsel, Andi Hasdullah dan Kadis DLH Luwu, Andi Pangeran.
Saat dalam perjalanan, rombongan menemukan adanya aktivitas penambangan emas di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong.

Bacaan Lainnya

Setelah ditelusuri, ternyata izinnya tambang galian C, bukan penambangan emas. ” Izinnya di provinsi tambang galian C. Namun, saat ini digunakan untuk menambang emas. Ini tentu illegal,” kata Andi Hasdullah.

Atas temuan tersebut, ia menegaskan akan mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikannya. ” Tambang ini merusak lingkungan dan merugikan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Pantauan di lokasi, terdapat tujuh orang pekerja. Dua alat berat eskavator mengeruk pasir di tepi sungai. Juga terdapat pompa air, saringan pembersih dan alat lainnya.

Salah satu pekerja mengaku, tambang emas tersebut adalah milik seorang pengusaha asal Makassar ” “Dalam sehari bisa dapat 10 sampai 20 gram emas. Baru sekitar seminggu beroperasi,” katanya. Pemurnian emas menggunakan zat kimia mercury. Limbahnya dibuang ke sungai.

Anggota DPRD provinsi Sulsel, Fadriaty AS, meminta tambang itu dihentikan. Dia mengatakan, tambang tersebut membawa dampak buruk bagi lingkungan. “Limbah mercurinya mengalir ke sungai, sementara sungai ini banyak dimanfaatkan warga kita di Luwu,” ujar legislator Demokrat asal Luwu ini. (fit)





Pos terkait