Tanggapi Reaksi Pembangunan Kampus, Rektor Unanda-Imwal Bertemu

Rektor Unanda, Marsus Suti bertemu dengan Imwal terkait rencana pembangunan kampus di Walenrang.

PALOPO — Menanggapi reaksi penolakan Ikatan Mahasiswa Walenrang (Imwal) terhadap pembangunan gedung rektorat Universitas Andi Djemma, Rektor Unanda Marsus Suti mengatakan bahwa pembangunan gedung rektorat akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi khususnya masyarakat sekitar kampus.

Hal itu disampaikannya di sela diskusi dengan mahasiswa Imwal Minggu (29/12/2019). Marsus Suti mengatakan bahwa terkait dengan pembangunan yang akan dimulai, pihaknya belum sepenuhnya membangun di lokasi sekitar 30 Ha yang dimaksud.

Bacaan Lainnya

“Sehingga aktifitas petani penggarap masih bisa memanfaatkan lahan yang belum dibangun,” kata Marsus dalam rilis yang diterima redaksi.

Dalam pembangunan gedung yang sumber anggarannya merupakan hibah dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekitar Rp5 miliar itu, Marsus Suti mengajak masyarakat untuk berpartisipasi sesuai keahliannya.

“Apakah itu tukang atau pekerja lainnya,” harapnya.

Lanjut Marsus, Unanda juga menyiapkan kompensasi khusus buat putra dan putri yang berkuliah di Unanda yang terkena dampak terhadap lokasi terhadap pembangunan gedung tersebut.

“Kita akan berikan beasiswa atau bantuan kuliah kepada anak-anak yang lokasi garapannya terkena dampak pembangunan,” ujar Marsus.

Menanggapi penjelasan rektor unanda, ketua Imwal, Adriansyah Mas’ur mengatakan bahwa aspirasi yang dia sampaikan sebelumnya adalah amanah dari petani penggarap.

“Tugas kami hanya penengah, sehingga hasil diskusi dan rekomendasi pertemuan ini kami akan sampaikan kembali ke masyarakat,” katanya.

Adriansya juga berterimah kasih kepada pihak rektorat Unanda yang bersedia membuka diri untuk berdiskusi sehingga komunikasi ini berjalan dengan baik.

“Insya Allah hasil diskusi ini kami akan sampaikan kembali kemasyarakat” tandas adriansya.

Sebagai diberitakan sebelumnya rencana pembangunan mendapat reaksi dari Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi (IMWAL), Adriansyah Mas’ur. Menurutnya, pembangunan kampus baiknya ditunda dahulu sebelum ada kepastian untuk masyarakat. (asm)



Pos terkait