Anak 8 Tahun Sumbangkan Tabungan untuk Atasi Covid-19

  • Whatsapp
62

SURABAYA – Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk memberikan kontribusi di masa pandemi Covid-19. Seorang anak berusia delapan tahun pun ikut berkontribusi dengan menyumbangkan tabungannya buat penanganan Covid-19 di Surabaya.

Dilansir ritmee.co.id dari SINDOnews, Naura Rahima Fatahila, siswi kelas II SD menyumbangkan uang tabungannya sebesar Rp 813 ribu untuk membantu penanganan Covid-19. Dana tersebut diserahkan Naura didampingi ibunya secara langsung melalui Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Universitas Airlangga (Unair).

Bacaan Lainnya

“Uang yang hari ini diserahkan totalnya ada Rp813.000. Tadi dibuka di Puspas Unair dan dihitung bersama-sama. Ini tabungan dari salah satu celengan ayam di rumah dan digabung dengan uang Lebaran,” kata Andri Suryandari, ibunda Naura, Sabtu (30/5/2020).

Ia melanjutkan, putrinya memang sejak lama memiliki kebiasaan menabung. Sejak dini, dirinya mengajarkan kebiasaan infaq dan menyisihkan rezeki untuk ditabung. Sehingga uang jajan Naura selalu terkumpul.

“Uangnya kadang dari saya atau ayahnya, saudara yang berkunjung, atau ketika main ke rumah eyang dikasih uang. Dikumpulkan di tiga celengan dia,” ungkapnya.

Sebenarnya, katanya, tabungan itu bebas digunakan Naura untuk apapun. Awalnya, dia mulai menabung untuk membeli mainan hingga smartphone. Namun seiring berjalanannya waktu, keinginan dia selalu berubah-ubah.

Akhirnya, Naura ingin menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu penanganan Covid-19 di Surabaya. “Dulu nabung kata dia ingin beli game, terus ganti ingin mainan. Ganti-ganti pokoknya, tapi tidak pernah terbeli juga karena belakangan dia berpikir kayaknya kok nggak perlu-perlu banget, gitu,” jelasnya.

“Pada saat Lebaran dia bilang ‘mama, uangku dikumpulin, tapi disumbangin aja buat Covid. Kasihan banyak orang yang membutuhkan’, gitu. Akhirnya kami menyerahkan uang tersebut ke Unair melalui Puspas,” ujarnya.

Sebelumnya, Naura pernah melihat tayangan di televisi tentang banyak rumah sakit rujukan Covid-19 yang kewalahan dan kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Naura merasa kasihan karena lonjakan jumlah pasien Covid-19, namun rumah sakit masih kekurangan APD.

“Waktu itu dia bilang, ‘Kasian banyak yang kekurangan. Pasiennya juga tambah banyak. Tempat tidurnya nggak cukup dan bajunya juga nggak cukup. Nggak apa-apa uangku disumbangkan kesitu aja’, dia bilang begitu,” katanya. (*)

Pos terkait