Dampak La Nina di Sulsel, BMKG : Waspada Banjir !

  • Whatsapp
Banjir yang terjadi di salah satu daerah
8

MAKASSAR — Fenomena La Nina diperkirakan terus berkembang mencapai intensitas moderat pada akhir 2020. Dampaknya pada peningkatan curah hujan bulanan antara 20 hingga 40 persen di atas normal.

“Ini sekarang La Nina, yaitu peningkatan curah hujan yang tinggi itu sedang meningkat, dari indeks lemah ke moderat,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar (BBMKG Wilayah IV Makassar), Darmawan.

Bacaan Lainnya

Untuk Sulsel sendiri kata Darmawan, belum masuk sepenuhnya musim hujan. Sehingga dampaknya perlu diantisipasi. Adapun prakiraan curah hujan untuk musim hujan tahun 2020/2021 Sulawesi Selatan, wilayah pantai barat akan masuk di November.

Awal November sudah mulai masuk musim penghujan. Puncaknya diperkirakan pada bulan Januari 2021 mendatang. Seiring kenaikan curah hujan, La Nina berpotensi meningkatkan risiko banjir dan membuat lahan pertanian terendam.

Untuk mengatasinya dampaknya, BMKG memberikan saran agar saluran air di lahan pertanian mesti diperlebar dan memastikan aliran air tidak ada hambatan.

“Bisa mengantisipasi DAS-DAS yang mungkin kita prediksi akan menjadikan banjir bandang. Sehingga kejadian di Bantaeng dan Luwu Raya tidak terjadi lagi,” sebutnya.

Adanya puncak musim hujan dan ada pengaruh La Nina perlu diantisipasi oleh seluruh stakeholder untuk mengantisipasi dampaknya. “Dan BMKG sudah siap dengan sistem peringatan dini yang tersebar di Wilayah Sulsel untuk membantu memberikan peringatan dini dan membantu memantau perkembangan kondisi cuaca yang terjadi,” ujarnya.

BMKG meminta agar gubernur dan bupati serta wali kota dapat mensosialisasikan hal ini. Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah merespon baik hal ini dan akan mengkoordinasikan dengan pimpinan daerah di Sulsel.

“Ini akan kita sosialisasikan dan menghubungi semua bupati dan wali kota. Untuk kita bahas secara mendalam,” sebutnya.(rls)























Pos terkait