https://www.zeverix.comkencang77situs slot gacorkencang77https://www.zeverix.com/iphone-13-masih-layak-dibeli-di-2025-ini-jawaban-lengkapnyaBerita Dunia Online 89001Berita Dunia Online 89002Berita Dunia Online 89003Berita Dunia Online 89004Berita Dunia Online 89005Berita Dunia Online 89006Berita Dunia Online 89007Berita Dunia Online 89008Berita Dunia Online 89009Berita Dunia Online 89010Berita Dunia Online 89011Berita Dunia Online 89012Berita Dunia Online 89013Berita Dunia Online 89014Berita Dunia Online 89015Berita Dunia Online 89016Berita Dunia Online 89017Berita Dunia Online 89018Berita Dunia Online 89019Berita Dunia Online 89020Berita Dunia Online 89021Berita Dunia Online 89022Berita Dunia Online 89023Berita Dunia Online 89024Berita Dunia Online 89025Berita Dunia Online 89026Berita Dunia Online 89027Berita Dunia Online 89028Berita Dunia Online 89029Berita Dunia Online 89030Dunia Digital 79001Dunia Digital 79002Dunia Digital 79003Dunia Digital 79004Dunia Digital 79005Dunia Digital 79006Dunia Digital 79007Dunia Digital 79008Dunia Digital 79009Dunia Digital 79010Dunia Digital 79011Dunia Digital 79012Dunia Digital 79013Dunia Digital 79014Dunia Digital 79015Dunia Digital 79016Dunia Digital 79017Dunia Digital 79018Dunia Digital 79019Dunia Digital 79020Dunia Digital 79021Dunia Digital 79022Dunia Digital 79023Dunia Digital 79024Dunia Digital 79025Dunia Digital 79026Dunia Digital 79027Dunia Digital 79028Dunia Digital 79029Dunia Digital 79030News Dunia Digital 389021News Dunia Digital 389022News Dunia Digital 389023News Dunia Digital 389024News Dunia Digital 389025News Dunia Digital 389026News Dunia Digital 389027News Dunia Digital 389028News Dunia Digital 389029News Dunia Digital 389030News Dunia Digital 389031News Dunia Digital 389032News Dunia Digital 389033News Dunia Digital 389034News Dunia Digital 389035News Dunia Digital 389036News Dunia Digital 389037News Dunia Digital 389038News Dunia Digital 389039News Dunia Digital 389040Daily News Digital 870001Daily News Digital 870002Daily News Digital 870003Daily News Digital 870004Daily News Digital 870005Daily News Digital 870006Daily News Digital 870007Daily News Digital 870008Daily News Digital 870009Daily News Digital 870010Daily News Digital 870011Daily News Digital 870012Daily News Digital 870013Daily News Digital 870014Daily News Digital 870015Daily News Digital 870016Daily News Digital 870017Daily News Digital 870018Daily News Digital 870019Daily News Digital 870020Daily News Digital 870021Daily News Digital 870022Daily News Digital 870023Daily News Digital 870024Daily News Digital 870025Daily News Digital 870026Daily News Digital 870027Daily News Digital 870028Daily News Digital 870029Daily News Digital 870030Fatwah MUI Dunia Digital 630001Fatwah MUI Dunia Digital 630002Fatwah MUI Dunia Digital 630003Fatwah MUI Dunia Digital 630004Fatwah MUI Dunia Digital 630005Fatwah MUI Dunia Digital 630006Fatwah MUI Dunia Digital 630007Fatwah MUI Dunia Digital 630008Fatwah MUI Dunia Digital 630009Fatwah MUI Dunia Digital 630010Fatwah MUI Dunia Digital 630011Fatwah MUI Dunia Digital 630012Fatwah MUI Dunia Digital 630013Fatwah MUI Dunia Digital 630014Fatwah MUI Dunia Digital 630015Fatwah MUI Dunia Digital 630016Fatwah MUI Dunia Digital 630017Fatwah MUI Dunia Digital 630018Fatwah MUI Dunia Digital 630019Fatwah MUI Dunia Digital 630020Fatwah MUI Dunia Digital 630021Fatwah MUI Dunia Digital 630022Fatwah MUI Dunia Digital 630023Fatwah MUI Dunia Digital 630024Fatwah MUI Dunia Digital 630025Fatwah MUI Dunia Digital 630026Fatwah MUI Dunia Digital 630027Fatwah MUI Dunia Digital 630028Fatwah MUI Dunia Digital 630029Fatwah MUI Dunia Digital 630030
https://www.zeverix.comkencang77situs slot gacorkencang77https://www.zeverix.com/iphone-13-masih-layak-dibeli-di-2025-ini-jawaban-lengkapnyaBerita Dunia Online 89001Berita Dunia Online 89002Berita Dunia Online 89003Berita Dunia Online 89004Berita Dunia Online 89005Berita Dunia Online 89006Berita Dunia Online 89007Berita Dunia Online 89008Berita Dunia Online 89009Berita Dunia Online 89010Berita Dunia Online 89011Berita Dunia Online 89012Berita Dunia Online 89013Berita Dunia Online 89014Berita Dunia Online 89015Berita Dunia Online 89016Berita Dunia Online 89017Berita Dunia Online 89018Berita Dunia Online 89019Berita Dunia Online 89020Berita Dunia Online 89021Berita Dunia Online 89022Berita Dunia Online 89023Berita Dunia Online 89024Berita Dunia Online 89025Berita Dunia Online 89026Berita Dunia Online 89027Berita Dunia Online 89028Berita Dunia Online 89029Berita Dunia Online 89030Dunia Digital 79001Dunia Digital 79002Dunia Digital 79003Dunia Digital 79004Dunia Digital 79005Dunia Digital 79006Dunia Digital 79007Dunia Digital 79008Dunia Digital 79009Dunia Digital 79010Dunia Digital 79011Dunia Digital 79012Dunia Digital 79013Dunia Digital 79014Dunia Digital 79015Dunia Digital 79016Dunia Digital 79017Dunia Digital 79018Dunia Digital 79019Dunia Digital 79020Dunia Digital 79021Dunia Digital 79022Dunia Digital 79023Dunia Digital 79024Dunia Digital 79025Dunia Digital 79026Dunia Digital 79027Dunia Digital 79028Dunia Digital 79029Dunia Digital 79030News Dunia Digital 389021News Dunia Digital 389022News Dunia Digital 389023News Dunia Digital 389024News Dunia Digital 389025News Dunia Digital 389026News Dunia Digital 389027News Dunia Digital 389028News Dunia Digital 389029News Dunia Digital 389030News Dunia Digital 389031News Dunia Digital 389032News Dunia Digital 389033News Dunia Digital 389034News Dunia Digital 389035News Dunia Digital 389036News Dunia Digital 389037News Dunia Digital 389038News Dunia Digital 389039News Dunia Digital 389040Daily News Digital 870001Daily News Digital 870002Daily News Digital 870003Daily News Digital 870004Daily News Digital 870005Daily News Digital 870006Daily News Digital 870007Daily News Digital 870008Daily News Digital 870009Daily News Digital 870010Daily News Digital 870011Daily News Digital 870012Daily News Digital 870013Daily News Digital 870014Daily News Digital 870015Daily News Digital 870016Daily News Digital 870017Daily News Digital 870018Daily News Digital 870019Daily News Digital 870020Daily News Digital 870021Daily News Digital 870022Daily News Digital 870023Daily News Digital 870024Daily News Digital 870025Daily News Digital 870026Daily News Digital 870027Daily News Digital 870028Daily News Digital 870029Daily News Digital 870030Fatwah MUI Dunia Digital 630001Fatwah MUI Dunia Digital 630002Fatwah MUI Dunia Digital 630003Fatwah MUI Dunia Digital 630004Fatwah MUI Dunia Digital 630005Fatwah MUI Dunia Digital 630006Fatwah MUI Dunia Digital 630007Fatwah MUI Dunia Digital 630008Fatwah MUI Dunia Digital 630009Fatwah MUI Dunia Digital 630010Fatwah MUI Dunia Digital 630011Fatwah MUI Dunia Digital 630012Fatwah MUI Dunia Digital 630013Fatwah MUI Dunia Digital 630014Fatwah MUI Dunia Digital 630015Fatwah MUI Dunia Digital 630016Fatwah MUI Dunia Digital 630017Fatwah MUI Dunia Digital 630018Fatwah MUI Dunia Digital 630019Fatwah MUI Dunia Digital 630020Fatwah MUI Dunia Digital 630021Fatwah MUI Dunia Digital 630022Fatwah MUI Dunia Digital 630023Fatwah MUI Dunia Digital 630024Fatwah MUI Dunia Digital 630025Fatwah MUI Dunia Digital 630026Fatwah MUI Dunia Digital 630027Fatwah MUI Dunia Digital 630028Fatwah MUI Dunia Digital 630029Fatwah MUI Dunia Digital 630030
Nasional

Dari Tabungan Ember ke Baitullah; Kisah Nenek Jumariah Menepis Ketidakmungkinan Bersama BPKH

×

Dari Tabungan Ember ke Baitullah; Kisah Nenek Jumariah Menepis Ketidakmungkinan Bersama BPKH

Sebarkan artikel ini
84055 e1793005782482
Jumariah bekerja di sawah miliknya di Tanralili, Kabupaten Maros. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/RITMEE/SC)
10 / 100 Skor SEO

HARI sudah cukup siang di Dusun Majannang, Desa Kurusumange, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tetapi di luar sedang hujan. Jumariah dengan mantel di badan dan juga menutupi kepala, berangkat ke kebun. Sebelumnya, dia membersihkan rumah panggungnya dan memberi makan ayam peliharaan.

Tangan kanannya memegang sabit. Jumariah melangkah menuju kebun singkong milik tetangganya untuk menyiangi rumput liar. Dia bekerja sebagai buruh di situ. “Kalau lagi panen, saya bisa dapat Rp100 ribu per hari. Kadang juga lebih, kadang juga kurang,” ucap Perempuan 70 tahun itu.

Dari kebun, ia melanjutkan langkahnya sekitar 50 meter menuju sawah miliknya yang berukuran 15 are. Sawah peninggalan orang tuanya.

​“Saya tanam sendiri, rawat sendiri, panen sendiri. Dulu hanya pakai sabit, kalau sekarang sudah dibantu mesin,” tutur Jumariah.

​Di kampung halamannya, sunyi menjadi teman akrab Jumariah setelah ditinggal wafat sang suami. Namun, di balik kesendirian dan keterbatasan fisiknya di usia senja, ia menyimpan tekad besar; beribadah ke tanah suci.

Jumariah tidak bisa membaca maupun menulis. Ia tak pernah duduk di bangku sekolah. Tetapi ketidakberdayaan itu tak menyurutkan niatnya yang telah ada sejak puluhan tahun lalu. Setiap kali mendapatkan upah dari hasil mengolah kebun singkong dan sawah, Jumariah menyisihkannya secara sembunyi-sembunyi ke dalam sebuah ember di bawah tempat tidurnya.

“Saya kumpul uang sedikit-sedikit di ember. Kalau dapat Rp100 ribu, saya simpan Rp50 ribu,” ungkapnya, tertawa kecil.

​Ikhtiar bertahun-tahun itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 2011, isi embernya terkumpul hingga Rp25 juta. Dibantu keponakannya, Jumariah memberanikan diri mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Sejak saat itu, ia kian giat menyisihkan penghasilan demi melunasi sisa biaya perjalanan yang belum diketahuinya berapa nominal pastinya kelak.

​Kerja Senyap di Balik Masa Tunggu

Di balik kegigihan seorang buruh tani singkong dari Dusun Majannang ini, ada pengelolaan keuangan modern yang bekerja senyap selama 15 tahun masa tunggu Jumariah. Setoran awal Rp25 juta miliknya bersama jutaan jemaah lain tidak sekadar mengendap di rekening. Di sinilah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengambil peran vital menjaga harapan masyarakat kecil.

84054
Jumariah saat bersama rekan se-kloter-nya di Madinah.

​Melalui portofolio investasi yang dikelola profesional dan berprinsip syariah, BPKH mengalokasikan total dana kelolaan yang kini menembus lebih dari Rp185 triliun ke dalam instrumen berisiko rendah. Porsi terbesar (mencapai 70 hingga 75 persen) ditempatkan pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang bebas dari risiko gagal bayar.

Sebagian lagi dialokasikan pada deposito perbankan syariah untuk menjaga likuiditas operasional, serta investasi langsung pada ekosistem perhajian seperti katering dan akomodasi di Arab Saudi.

Hasil dari pengelolaan investasi itu yang berubah wujud dalam bentuk Nilai Manfaat (NM). Pada musim haji 2026, tahun keberangkatan Jumariah, total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) riil per jemaah ditetapkan sebesar Rp87.409.366. Namun berkat alokasi subsidi Nilai Manfaat BPKH sebesar Rp33.215.559 (38 persen dari BPIH) serta hasil Virtual Account, sisa biaya pelunasan yang harus ditanggung Jumariah dipangkas menjadi sekitar Rp26,43 juta saja.

​Skema penopang ini terbukti makin solid pada penetapan BPIH 2027. Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat kesepakatan Komisi VIII DPR RI dan Pemerintah, BPIH 2027 ditetapkan sebesar Rp98.466.351 per jemaah untuk melayani 221.000 kuota nasional.

Meskipun total biaya naik akibat faktor ekonomi global dan kurs valuta asing, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung jemaah justru dipangkas menjadi Rp54.648.825.

“Biaya yang dibayar langsung oleh jemaah rata-rata sebesar Rp54.648.825 atau 55,50 persen dari total BPIH. Biaya tersebut digunakan untuk penerbangan, sebagian biaya layanan full board syarikah, dan living cost (biaya hidup),” terang Dasco.

Dengan tambahan subsidi pemerintah dan Nilai Manfaat Virtual Account sebesar Rp3,40 juta, rata-rata setoran pelunasan jemaah pada 2027 justru semakin ringan, yakni Rp23.048.825. Turun sekitar Rp3,38 juta dibanding 2026.

​Penurunan beban ini dimungkinkan karena BPKH mengucurkan alokasi Nilai Manfaat sebesar Rp8,83 triliun atau rata-rata Rp43.817.526 per jemaah (44,50 persen dari BPIH).

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menjamin seluruh dana haji tetap aman, likuid, dan siap dicairkan tepat waktu demi menjaga keterjangkauan biaya haji masyarakat.

Hasil dari Ketekunan

Kepastian dan keterjangkauan biaya itulah yang akhirnya “mengetuk” pintu rumah Jumariah pada 2026. Ketika namanya resmi diumumkan masuk dalam daftar jemaah berangkat, semangat sang nenek makin membara. Jarak belasan kilometer dari Dusun Majannang ke lokasi manasik ia tempuh tanpa mengeluh. Lebih dari 80 kali sesi manasik yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ia ikuti.

​Ketangguhan dan kesederhanaan Nenek Jumariah bahkan menarik perhatian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros. Kisahnya diusulkan ke Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi hingga diangkat dalam video dokumenter program internasional Makkah Route. Jumariah menjadi ikon haji dunia 2026! Dia pun disambut istimewa pemerintah Arab Saudi.

84053
Jumariah saat tiba di Jeddah dan disambut khusus pemerintah Arab Saudi.

“Pertimbangannya karena kesehariannya. Beliau hidup sendiri di daerah terpencil, tapi sangat menginspirasi,” ungkap Sitti Hawaisyah, Ketua Kloter 14 Embarkasi Makassar (UPG-14).

Ketika akhirnya terbang ke tanah suci, keringat di kebun singkong dan tabungan di ember Jumariah dibayar tuntas dengan pelayanan berstandar tinggi. Berkat komponen pembiayaan layanan full board syarikah dan operasional yang disubsidi Nilai Manfaat BPKH, kebutuhan fisik sang nenek terpenuhi sempurna di Madinah, Makkah, hingga kawasan Armuzna.

Setiap hari, Jumariah dan jemaah Indonesia lainnya dapat dengan mudah menyendok porsi nasi hangat, lauk daging atau ayam bercita rasa Nusantara, sayur segar, hingga buah-buahan. Di sudut-sudut maktab dan hotel, dispenser berisi teh dan kopi panas selalu tersedia.

​Tak hanya kenyamanan konsumsi dan penginapan, sebelum bertolak ke tanah suci, Jumariah juga menerima uang saku sebesar SAR750 (setara Rp3,1 juta hingga Rp3,2 juta) di embarkasi. Uang saku ini menjadi pegangan bagi sang nenek untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi selama di Saudi, tanpa perlu khawatir membebankan sanak keluarga di kampung halaman.

​Tangis Pecah di Depan Ka’bah

Semua fasilitas, uang saku, dan stamina fisiknya yang terjaga bermuara pada satu titik sakral. Puncak emosi Jumariah tumpah saat melangkah masuk ke pelataran Masjidilharam, Makkah, Mei 2026 lalu.

Di bawah terik matahari, seperti yang dia ceritakan, Jumariah berulang kali mengusap wajahnya. Ketika Ka’bah berdiri tegak persis di depan matanya, tangisnya tak lagi terbendung.

​“Saya senang sekali bisa melihat Ka’bah. Tapi ndak tahu kenapa menangis ka’ juga,” ujar Jumariah, dengan dialek Bugis-Makassar. Dia mengaku sempat tidak percaya ada di tempat itu.

​Meski usianya sudah 70 tahun, Jumariah berhasil menuntaskan tiga kali umrah dan rutin beriktikaf di Masjid Nabawi. “Di gelang Nenek Jumariah bersih, beliau sehat sekali,” puji Sitti Hawaisyah.

Rekan sekloternya, Marwati, turut mengagumi ketahanan fisiknya. Saat ditanya rahasia kebugarannya, Jumariah hanya menjawab ringkas, “Ke sawah setiap hari dan banyak minum air.”

​Perjalanan suci itu telah selesai. Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina berhasil ia jalani. Kerinduan panjang yang puluhan tahun “tersimpan” di dalam ember tabungan rumah panggungnya di Maros telah terbayar tuntas.

Jumariah sudah kembali ke kampung halamannya, membawa kenangan indah tentang Baitullah dan bukti nyata dari keajaiban sebuah niat.

​Kisah Jumariah adalah cerminan dari jutaan jemaah haji Indonesia di pelosok negeri. Keteguhan niat seorang hamba yang bersanding dengan profesionalisme BPKH dalam mengelola dana haji terbukti mampu menepis segala ketidakmungkinan.

Dari kebun singkong dan sebuah ember kecil di Dusun Majannang hingga ke megahnya pelataran Masjidilharam, pengalaman Nenek Jumariah berisi sebuah pesan penting; dengan tata kelola keuangan yang kuat, semua bisa haji. (imam dzulkifli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *