Kesaksian Korban Teror di Palopo : Dipukul Pakai Nunchaku, Pelaku Bawa Senjata Tajam

  • Whatsapp
61

PALOPO – Aksi premanisme yang terjadi dini hari, Sabtu (19/9/2020) di Palopo meneror warga. Banyak masyarakat jadi korban penganiayaan sejumlah orang tak dikenal (OTK) itu.

Setiap orang yang ditemui jadi sasaran aksi penganiayaan mereka. Seperti yang dialami Halis (50), karyawan salah satu toko emas di jalan Durian, Kota Palopo.

Bacaan Lainnya

Saat itu, dia sedang duduk di depan toko tempatnya bekerja bersama seorang temannya. Tiba-tiba sekelompok orang mendatanginya dengan membawa double stick atau nunchaku dan senjata tajam.

“Saya kaget karena teman saya langsung kabur. Melihat teman saya kabur, mereka tambah marah. Saya dipukul pakai double stick. Padahal saya tidak mengenal mereka. Saya juga tidak tahu salah saya apa kenapa dipukul,” jelas Halis saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (21/9/2020) sore.

Tidak hanya dianiaya, motor Halis pun jadi sasaran sekelompok orang itu. Dia menghancurkan motor korbannya dengan senjata yang dipakai menghajar korban.

“Mereka sekitar 5-6 orang. Karena takut, saya mencoba kabur dengan motor yang sudah dia hancurkan. Untung masih bisa nyala. Seandainya saya masih tinggal, mungkin saya dibunuh mereka” katanya.

Usai menganiaya Halis, mereka lalu menyasar pedagang buah yang tak jauh dari tempat itu. Surya (60) seorang pedagang buah juga jadi korban penganiayaan OTK itu.

Akibat penganiayaan itu, lengan kanan korban lebam dan membiru. “Saya kaget ada ribut-ribut. Saya keluar dan melihat Halis dipukul. Saat Halis kabur, mereka lalu mendatangi saya dan mengintimidasi saya,” urai Surya.

“Timbangan buah juga dia lempar dan mengenai lengan saya. Lihat sendiri, sampai biru begini. Mereka juga mengobrak abrik jualan saya sampai hancur. Lapak pedagang lain juga mereka hancurkan,” tambahnya.

Tidak sampai disitu, aksi premanisme itu berlanjut di jalan Sawerigading. Hery Gunawan (31) warga sekitar ditikam menggunakan benda tajam.

“Saya tidak kenal mereka. Tiba-tiba mereka menyerang, memukul dengan batu dan menusuk perut saya,” kata Hery saat ditemui di RSUD Sawerigading yang menjalani perawatan.

Sementara itu, Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas mengatakan telah menerima laporan aksi teror tersebut. “Laporan telah kami terima. Saat ini Sat Reskrim telah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut,” jelas AKBP Alfian Nurnas saat dihubungi via WhatsApp, Senin (21/9/2020).

Untuk mengantisipasi hal serupa, korps Bhayangkara telah meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan konflik. “Semoga pelaku cepat terungkap,” harapnya. (liq)





















Pos terkait