Koni Palopo Nilai Ada Pengaturan Klasemen di Porprov Sulsel 2022

Palopo – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palopo menilai ada dugaan pengaturan hasil klasemen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Sulawesi (Sulsel), ke XVII di Sinjai-Bulukumba 22-30 Oktober 2022.

Kali ini, dugaan tersebut menimpa gelaran pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) catur. Tepatnya 5 medali kontingen Palopo terdiri 3 emas dan 2 perak dianulir anggota tim keabsahan Porprov Sulsel, Wasir Thalib. Sehingga kontingen Palopo sebelumnya berada di posisi 5 akibat penganuliran di cabor catur menyebabkan posisi Palopo di posisi 8 klasemen dengan perolehan 17 emas, 13 perak dan 23 perunggu

Bacaan Lainnya

“Posisi Palopo berada di peringkat kelima secara tiba-tiba medali kami hilang pada dini hari per tanggal 30 Oktober. Kami anggap hal itu tidak mungkin terjadi,” kata ketua Koni Palopo, Hairul Salim saat melakukan konferensi pers, di cafe Monte, Rabu (02/11/2022).

“Hal ini seakan-akan pelaksanaan kegiatan Porprov ada oknum yang mengatur perolehan medali,” lanjut dia.

Dia menjelaskan bahwa ada tendensi tersendiri untuk kontingen Palopo karena berada di posisi 5 besar klasemen, sehingga ada sanggahan dan protes yang terjadi di cabor catur.

“kenapa cuman catur, kenapa tidak dilakukan semua cabor. Lagian pertandingan telah usai baru dilakukan sanggahan, ini mempertegas ada konspirasi yang terjadi,” tandasnya.

Sementara Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Kota Palopo Stevan Hamdani mengatakan keringat dan air mata perjuangan atlet dinodai oleh oknum yang merusak citra olahraga di sulsel. Dia mengatakan tim keabsahan meragukan administrasi atlet Palopo.

“Sama halnya menuduh pemerintah Kota Palopo melakukan hal yang ilegal. Jelas-jelas Atlet sendiri melakukan pembuatan KK dan KTP di dinas kependudukan,” ujar Steven

“Kami tantang tim keabsahan Porprov untuk pembuktian kebenaran kependudukan atlet kami. Jelas-jelas atlet kami juga mengikuti kualifikasi di pra Porprov sehingga mendapatkan tiket ke Porprov,” lanjutnya.

Steven menjelaskan proses perbedaan keputusan antara KONI Sulsel dan Percasi Sulsel diwarnai pada pagelaran olahraga bergengsi di tingkat provinsi.

“Ada perbedaan keputusan berbeda di satu rumah, sudah ada resmi dikeluarkan percasi Sulsel tapi dirubah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak mau medali di atas kertas itu ‘siri’ (malu) kami sebagai orang Palopo,” sebutnya.

Dia berpesan agar Koni Sulsel terus melakukan perbaikan demi menjaga marwah dan citra olahraga. “Medali yang diraih atas air mata dan keringat perjuangan atlet, diambil oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab,” jelas dia.

“Masih ada waktu untuk membuat sejarah, nama baik bapak (Ketua Koni Sulsel) harus dijaga untuk menegakkan suatu keadilan. Jelas klasemen ini di atur semua,” tandasnya. (*)











Pos terkait