Mahasiswa Magister STIA LAN Makassar Belajar Praktik Baik Tata Kelola Pemerintahan di Bali

BALI — Benchmarking mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar di Provinsi Bali kini memasuki hari kedua, Jumat (16/9/2022). Terdapat 2 lokus benchmarking yang dikunjungi 25 mahasiswa yang sebagian besar adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari beberapa daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Di mana yang terbanyak dari Kabupaten Luwu Utara.

Salah satu lokus yang dikunjungi adalah Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bali. Di mana mahasiswa mendapatkan best practice (praktik baik) tentang tata kelola pemerintahan, utamanya dalam 8 area perubahan reformasi birokrasi. Dipilihnya Bali bukan tanpa alasan, mengingat Bali adalah daerah yang dinilai paling sukses dalam tata kelola pemerintahan.

Bacaan Lainnya

Pemprov Bali memiliki visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, artinya “Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”, dengan mengusung misi “Mengembangkan Sistem Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Efektif, Efisien, Terbuka, Transparan, Akuntabel dan Bersih, serta Meningkatkan Pelayanan Publik Terpadu yang Cepat, Pasti dan Murah.

Pada area manajemen perubahan reformasi birokrasi, para Kepala Perangkat Daerah di Bali secara intensif menginternalisasi Budaya Kerja (Core Values BerAKHLAK) dibantu Tim Agen Perubahan dan menyusun laporan internalisasi, serta melaksanakan survei pemahaman budaya kerja setahun sekali. Di mana pada 2022 persentase pemahaman Budaya Kerja ASN 87,65%.

Pada area deregulasi kebijakan, selain telah menindaklanjuti perbaikan peraturan dan kebijakan investasi, Pemprov Bali juga telah melahirkan berbagai inovasi deregulasi kebijakan yang sudah diakui secara nasional.

Inovasi deregulasi kebijakan tersebut dapat dilihat melalui Website JDIH yang merupakan JDIH Nasional terbaik Pertama Tahun 2020 kategori Provinsi, serta adanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2021 tentang Sistem Penyusunan Produk Hukum Daerah Berbasis Wilayah dengan Digitalisasi diimplementasikan melalui aplikasi SI PENYU DEWI GITA.

Pada area Penataan SDM Aparatur, Pemprov Bali juga telah menerapkan sistem promosi terbuka, penetapan kinerja individu, penegakan aturan disiplin dan kode etik, serta menggunakan beragam inovasi dalam mendukung penataan SDM Aparatur, seperti SIKEPO untuk menilai kinerja individu dan perilaku kerja pegawai dengan multirating 360 derajat.

Pemprov Bali juga telah menetapkan buku kamus kompetensi jabatan, SKJ JPT, Administrator, Pengawas dan Pelaksana. Yang menarik, Pemprov Bali juga mengadakan Lomba ASN BERPRESTASI. Beberapa inovasi berbasis aplikasi yang dikembangkan Pemprov Bali adalah aplikasi SIMPEG, aplikasi SIKEPO, aplikasi Assessment Centre, serta aplikasi SIMATA.

Pada area pengawasan, Pemprov Bali telah mendapatkan apresiasi nasional. Khusus pada pencegahan korupsi dan gratifikasi, Pemprov Bali menempati peringkat pertama nasional MCP KPK dengan skor 98,86 pada tahun 2021. Dalam pengaduan masyarakat, pengelolaan SP4N LAPOR Pemprov Bali menempati peringkat pertama hasil survei Primakelola IPB.

Pada area penataan tatalaksana, salah satu yang paling menonjol adalah Pemprov Bali dinilai sebagai provinsi paling informatif di Indonesia berdasarkan capaian Monev Komisi Informasi Pusat RI dengan nilai tertinggi 93,62. Tak kalah hebatnya pada area pelayanan publik. Di mana Pemprov Bali selalu menempatkan beberapa inovasinya pada Top 15 KIPP Nasional.

Beberapa inovasi tersebut adalah RSMBM yang masuk Top finalis inovasi 15 KIPP pada tahun 2020. Pada tahun 2022, SMA Bali Mandara dengan inovasi Mencerdaskan Si Miskin Menjadi Generasi Emas masuk Top finalis inovasi 15. Beberapa inovasi yang mendapatkan penghargaan pada 2022 adalah SIDARLING, SI ELING, LAKU GARING, SI PETASAN, dan SICANKEPEL.

Keberhasilan-keberhasilan Pemprov Bali dalam tata kelola pemerintahan inilah yang coba digali lebih dalam lagi oleh para mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar ini sebagai bahan pengukur dan pembanding, sekaligus menambah wawasan mahasiswa tentang bagaimana menata dan mengelola pemerintahan dengan baik, dan menghasilkan pemerintahan yang baik pula.

Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, I Wayan Serinah, menyambut baik kunjungan benchmarking mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar. “Terima kasih telah memercayakan Pemprov Bali untuk melakukan pendalaman terkait tata kelola pemerintahan yang fokus pada area perubahan reformasi birokrasi,” kata Wayan Serinah.

Sementara Wakil Direktur III Politeknik STIA LAN Makassar, Najmi Kamariah, yang memimpin benchmarking mahasiswa juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik dari Pemprov Bali. “Terima kasih atas perkenaannya menerima kami untuk melaksanakan kegiatan Benchmarking guna melihat praktik baik penyelenggaraan pemerintahan di Bali,” ucapnya. (LH)











Pos terkait