Muhammad Faisal, Siswa SMPN I Bosso, Dua Jam Berjalan Kaki Demi Menuntut Ilmu

Muhammad Faisal, siswa SMPN I Bosso Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu yang sehari-harinya berangkat dan pulang sekolah menempuh jarak 7 kilometer dengan berjalan kaki demu mewujudkan cita-citanya.

Walmas—Menuntut ilmu bagi anak usia sekolah merupakan kewajiban. Berangkat ke sekolah di pagi hari menjadi rutinitas bagi para peserta didik. Tak terkecuali bagi Muhammad Faisal.

Seorang siswa SMPN I Bosso, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu yang sehari-harinya berangkat dan pulang sekolah menempuh jarak 7 kilometer dengan berjalan kaki demu mewujudkan cita-citanya.

Bacaan Lainnya

Rutinitas yang dulakukan tiap hari itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakoni karena setiap anak memiliki perjuangan sendiri-sendiri demi bisa menuntut ilmu agar kelak bisa menggapai cita-citanya.

Faisal merupakan warga Dusun Rambakulu, Desa Bosso Timur, Kecamatan Walenrang Utara. Dengan berjalan kaki selama 2 jam, Faisal berangkat ke sekolahnya yang berada di Desa Buntu Awo.

Agar tiba di sekolah tepat waktu, setiap harinya, Faisal berangkat lebih awal dibanding anak sekolah pada umumnya.

Jika para siswa lainnya masih tertidur hal itu tak berlaku bagi faisal, justru dia telah siap untuk melakukan perjalanan menuju ke sekolahnya. Siswa kelas II SMP itu pulang dan pergi sekolah berjalan kaki seorang diri.

Tak jarang, Faisal harus memotong jalan melewatu persawwahan dan pemakanan umum untuk lebih menghemat waktu dan tenaganya.

Saat ini Faisal tinggal dengan neneknya yang berprofesi sebagai tukang buat atap rumbia.

Karena kondisi ekonomi keluarganya,  siswa ini tak bisa menuntut banyak untuk naik sewa ojek atau membeli kendaraan roda dua agar digunakan ke sekolah.

Jangankan untuk menyewa ojek dan membeli kendaraan roda dua, Ponsel Android pun dia tak punya. Faisal juga kerap menunggu dari siapapun yang bersedia memberikan tumpangan kepadanya.

Diusianya yang masih muda, dan kondisi keluarga yang kurang mampu, Faisal bertekad untuk menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMP saja.

Kepala Desa Bosso Timur, Sardianto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Faisal merupakan warganya. “Iya, benar dia adalah warga saya” ucapnya, Senin (31/07/2023).

Sardianto juga membenarkan bahwa kehidupan keluarga Faisal ini tergolong keluarga yang kurang mampu.

“Faisal ini tinggal bersama dengan neneknya, yang berprofesi sebagai pembuat atap daun rumbia” ungkap Sardianto.

Sardianto juga menyampaikan bahwa Faisal memang kesehariannya pergi sekolah berjalan kaki namun terkadang dia juga dapat tumpangan dari warga yang melintas menuju ke sekolahnya

Sementara salah seorang warga Bosso yang kerap memperhatikan Faisal berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki sempat mengabadikan perjuangan siswa SMPN I Bosso itu.

“Ini kasihan anak sekolah, melalui jalan pintas melewati kuburan, untuk sampai ke sekolah dengan berjalan kaki. Semoga kelak kamu dapat rejeki nak, dan menjadi orang yang berhasil,” kata warga yang kerap melihat perjuangan Faisal demi menuntut ilmu pendidikan.

Sardianto menyampaikan bahwa Faisal memang kesehariannya pergi sekolah berjalan kaki namun terkadang dia juga dapat tumpangan dari warga yang melintas menuju ke sekolahnya. (fit)































Pos terkait