Pemda Lutra Terima Bantuan Jaminan Hidup Tahap Pertama untuk Pengungsi Banjir Bandang

  • Whatsapp
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyerahkan bantuan jadup tahap pertama kepada Pjs Bupati Luwu Utara, Muhammad Iqbal Suhaeb.
9

Luwu Utara — Masyarakat Luwu Utara patut bersyukur karena Kementerian Sosial memenuhi janjinya untuk memberikan bantuan jaminan hidup (jadup) kepada para pengungsi banjir bandang Luwu Utara. Seperti diketahui pada akhir Agustus 2020 lalu, Pemda Luwu Utara terus berjuang mendapatkan bantuan jadup bagi korban bencana banjir bandang di Luwu Utara dengan terus berkoordinasi dan intens menemui Menteri Sosial.

Hasilnya, tak ada lelah yang sia-sia. Buah perjuangan tersebut kini dapat dinikmati seiring diterimanya bantuan jadup tahap pertama oleh Pjs Bupati Luwu Utara, Muhammad Iqbal Suhaeb, yang diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Kamis (22/10/2020), di sela-sela kegiatan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana (KSB) oleh Kementerian Sosial di Desa Kertoraharjo Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Sosial Republik Indonesia atas bantuan yang diberikan kepada para pengungsi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara. Insya Allah, bantuan ini akan kami salurkan seoptimal mungkin kepada para korban banjir bandang yang masih mengungsi di tempat-tempat yang lain,” kata Iqbal usai menerima bantuan secara simbolis tersebut.

Bantuan jadup tahap pertama jumlahnya Rp 1.879.800.000 dan diberikan selama 2 bulan atau 60 hari. Bantuan jadup tahap pertama diberikan kepada 3.133 jiwa, dengan rincian Rp 10.000 per jiwa per hari selama 2 bulan, atau Rp 300.000 per jiwa per bulan. “Jadup yang diterima tadi itu baru tahap pertama, belum semuanya. Tahap kedua dan ketiga masih berproses,” ungkap Kadis Sosial Lutra, Besse Andi Pabeangi, saat dihubungi terpisah.

Kenapa masih berproses? Besse beralasan bahwa nama-nama pengungsi atau calon penerima jadup yang sudah masuk ke Dinas Sosial sebagian belum lengkap administrasinya, sehingga belum diusulkan. “Untuk tahap I dan II masih berproses karena data administrasinya belum lengkap. Kalau cepat mereka kumpulkan kelengkapan administrasinya, segera kita kirim untuk menerima jadup tahap berikutnya,” tandas Besse. (LH)



Pos terkait