Andi Sudirman Angkat 28 Tim Ahli Gubernur Sulsel, Tak Ada Wija To Luwu

  • Whatsapp
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman resmi mengangkat sekaligus mengurangi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan bernomor 1328/V/2021 tentang penetapan tenaga ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan yang ditandatangani Sudirman, berjumlah 28 orang.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pada masa Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), tercatat TGUPP ada 30 orang. Terdapat 16 orang yang diganti. Salah satunya adalah, mantan anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Luwu Utara dua periode, Luthfi Andi Mutty (LAM). NA menunjuk LAM sebagai Tim ahli gubernur bidang komunikasi pemerintahan.

Dalam susunan TGUPP yang baru tak ada nama LAM maupun Wija To Luwu lainnya. Dikutip dari Fajar.co.id, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, perubahan TGUPP sesuai dengan kebutuhan yang ada di pemerintah provinsi.

“Sesuai kebutuhan kita ambil,” kata Andi Sudirman, Senin, (28/6/2021) lalu.
Dia menjelaskan, TGUPP yang ada berdasarkan sistem kebutuhan, bukan sifatnya permanen. Sehingga TGUPP saat ini bisa saja berubah lagi kedepannya.

“Ini tergantung. Nanti bisa lagi berputar-putar ketika kita butuh. Mekanismenya adalah kebutuhan, bukan permanen terus,” ujar Adik Menteri Pertanian RI periode 2014 – 2019 itu. Menurutnya, kondisi pemerintahan pemprov setiap tahunnya berubah-ubah. Terdapat dinamika didalamnya yang mesti disesuaikan dengan kelengkapan pemerintahan. Misalnya kata Sudirman, saat ini ia butuh penguatan sistem kebendaharaan, sehingga masuklah Prof Arifuddin di bidang Akuntan. (*/adn)

Berikut daftar nama lengkap dan jabatannya:

  1. Prof Ambo Ala (Ketahanan Pangan)
  2. Haris Bahrun (pertanian)
  3. Prof Murtir Jeddawi (pemerintahan)
  4. Prof Abrar Saleng (hukum agraria dan SDA)
  5. Prof Sukarno Aburaera (Hukum)
  6. Zulkifli Aspan (Hukum Tata Negara)
  7. Prof Daud Malamassam (kehutanan)
  8. Prof Supratman (kehutanan)
  9. Prof Lella Rahim (peternakan)
  10. Prof Veni Hadjuh (gizi masyarakat)
  11. Djuanidi Machdar (gizi masyarakat)
  12. Ema Alasiry (gizi masyarakat)
  13. Aida Juliaty (tumbuh kembang anak)
  14. Prof Syarifuddin Wahid (manajemen rumah sakit)
  15. Syahrir Pasinringi (manajemen rumah sakit)
  16. Indahwaty Sihdin (manajemen rumah sakit).
  17. Prof Musbir (perikanan dan kelautan)
  18. Prof Muh Hatta Fattah (perikanan dan kelautan)
  19. Akib Patta (percepatan pembangunan wilayah kepulauan)
  20. Prof Hamzah Upu (Pendidikan)
  21. Prof Muh Asdar (ekonomi dan UMKM)
  22. Andi Rasde Sumange (Ekonomi dan UMKM)
  23. Agussalim (ekonomi pembangunan)
  24. Prof Arifuddin (akuntan)
  25. Prof Wahyu Piara (infrastruktur)
  26. Farouk Maricar (pengairan)
  27. Idris Leo (perencanaan wilayah)
  28. Diyah Yumeina (Hubungan kerjasama internasional).






Pos terkait