Cium Dosen, Rektor Ngaku Khilaf dan Mengundurkan Diri

  • Whatsapp

JEMBER – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS melakukan pelecehan seksual terhadap seorang dosen.

Akibat perbuatannya itu, dia mengaku khilaf dan mengundurkan diri.

“Beliau menanggalkan jabatannya, agar kampus tidak turut terseret ke dalam masalah dugaan tindakan (pelecehan seksual) tersebut,” kata Kepala Biro III Unipar, Dr Ahmad Zaki Emyus, Sabtu (19/6/2021) seperti dikutip ritmee.co.id dari Detikcom.

Zaki menjelaskan, pengunduran diri rektor itu sebelumnya dibahas saat pertemuan di lingkungan kampus. Yang dari pertemuan tersebut sudah mendapatkan beberapa hasil putusan. Di antaranya berdasarkan peraturan pokok kepegawaian, pasal 20 ayat 1, 2, dan 3.

“Yang secara jelas menyebutkan, bahwasannya bagi para pejabat yang melakukan pelanggaran berat, maka harus mengundurkan diri,” ucapnya.

RS saat dikonfirmasi mengakui pengunduran dirinya. Dia juga tidak menampik bahwa pengunduran dirinya ada kaitan dengan norma kesusilaan.

“Saya memang khilaf,” ujarnya singkat.

Menurut RS, dugaan pelecehan seksual terjadi ketika ada kegiatan di sebuah hotel di kawasan Tretes, Pasuruan. Saat itu dia hendak mengajak sang dosen untuk makan.

“Waktu itu saya ketuk pintu kamarnya. Ketika dia membuka pintu, tiba-tiba secara spontan saya cium, itu saja. Nggak tahu saya memang khilaf,” kata RS.

“Tapi saya tidak melakukan lebih dari itu. Dan hanya sekali itu,” tambahnya.

RS juga mengaku sudah berusaha melakukan mediasi. Namun pada akhirnya dia memilih untuk mundur dari jabatan rektor Unipar Jember.

“Ini semua demi kebaikan kampus. Akhirnya saya memilih mundur,” ucapnya. (*)







Pos terkait