In Memoriam Yoga, Lurah Amassangan Palopo yang Penuh Kreasi

  • Whatsapp

PALOPO — Lurah Amassangan, kecamatan Wara Kota Palopo, Husrin M Padda atau yang akrab disapa Yoga berpulang ke sang Pencipta, Rabu (19/8/2020).

Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya saat dirawat intensif di RSUD Wahidin atas penyakit yang dideritanya. Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Purangi setelah dilakukan upacara sipil dikediamannya perumahan Lumandi, Kamis (20/8/2020).

Bacaan Lainnya

Wakil walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso dalam upacara tersebut menyampaikan almarhum menghembuskan nafas terakhir di usia 37 tahun.

“Kita semua kehilangan. Almarhum ini masih muda, disaat karirnya mulai menanjak tapi Allah lebih dulu memanggil. Kita semua cinta, kita semua sayang almarhum, tapi Allah lebih mencintai,” kata RMB dihadapan ribuan warga yang datang melayat.

“Cukup menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup, bahwa ketika Allah memanggil kita, tidak ada lagi tawar menawar. Oleh karena itu mari kita siapkan diri sebaik-baiknya. Perbaiki hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Allah,” tambahnya.

“Kita tahu, selama almarhum menjabat Lurah, banyak kreasi yang dilakukan. Banyak juga rintangan, tapi almarhum selalu mampu melewati. Dia orang baik,” jelas Wawali. Salah satu terobosannya ialah layanan Si Antar.

Sementara itu, salah seorang sahabat almarhum, Afif Hamka membacakan in memoriam. Berikut isinya.

BEGITU panjang dan tak terhitung memori indah akan kebersamaan mu kawan.

Cerita baik tentangmu tak henti dikabarkan oleh keluarga, saudara, sahabat, kawan2 seerjuangan dan adik2mu.

Walau tuhan memberimu masa hidup tak lebih 4 dasawarsa, tapi banyak hal baik dan indah yg kau torehkan.

Yoga, Kau adalah santri penuh ketaatan, amalan dan kesalehan hingga akhir hayatmu.

Kau adalah ketua lembaga kemahasiswaan yang sarat akan karya nyata, pengayom bagi adik² dan kadermu.

Kau adalah ASN yang selalu bekerja tanpa pamrih, menjunjung tinggi nilai2 kemanusiaan dan mengedepankan pelayanan. Kau lurah yg penuh dedikasi dan ketulusan.

Tidak ada lagi Yoga yang penuh dedikasi dan optimisme. Kakak yang selalu menasehati dan sumber solusi,
Sahabat yang penuh ketulusan dan kasih.

Tidak ada lagi Pak Lurah yang siang malam menyapa warganya. Tidak ada lagi kawan tempat berkeluh kesah,

Tidak ada lagi ayah yang hangat penuh kasih bagi anak²nya, suami yang penuh cinta dan kasih sayang.

Ku ingat dahulu dirumahmu yg mungil, ramai kawan dan adik2mu menyatu , makan bersama apa adanya, sederhana namun melahirkan banyak asa dan cita2.

Riwayat Sakitmu yang singkat insya Allah menjadi penggugur dosa2mu.

17 Agustus 2020 tepat pukul 10.17 dalam keadaan rapuh kau memaksa dipapah berdiri untuk menghormat bendera negaramu. Rupanya itulah penghormatan terakhirmu karena hari ini jazadmu akan dibenamkan di persada ibu pertiwi.

Medio april 2020 kau beberapa kali mengungkapkan kerinduan mendalam pada alm ortu mu.

19 Agustus 2020 penghujung dzulhijjah 1441 H Allah telah memanggilmu kembali.

Hari ini 20 agustus 2020 Tepat 1 Muharram 1442 H, pemerintah menyelenggarakan Upacara Penghormatan nan penuh khidmad, rekan2 mu berpakaian upacara besar dan Kami akan antarkan engkau di pemakaman.

Yoga, betapa ramai dari berbagai kalangan menjemput jenazahmu di batas kota dan akan mengantarmu ke pemakaman. Kami bersaksi kau orang baik.

Selamat jalan sahabatku… Jannah tempatmu di sana sahabatku Husrin Manajai. (*)

Pos terkait