INNALILLAHI… Penambang Emas Asal Tana Luwu Meninggal Tertimbun Lumpur di Bulungan Kaltara

  • Whatsapp
Polisi dibantu warga melakukan pencarian jenazah penambang yang tertimbun lumpur. Foto/Polsek Sekatak
9

KALTARA — Kabar duka datang dari pekerja tambang asal Tana Luwu. Itu terjadi setelah musibah longsor menimpa tambang emas ilegal di blok Nipah di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dikutip dari ANTARAKALTARA, lima penambang terkubur lumpur dan air dalam lubang tambang dengan kedalaman sekitar 25 meter. Kejadiannya pada Minggu (18/10) sekitar pukul 17.00 Wita. Informasi dihimpun, jasad kelima penambang masih berada di lokasi. Dua sudah berhasil ditemukan, salah satunya ialah Fuad, warga Bone-bone Kabupaten Luwu Utara. Fuad merupakan alumni fakultas hukum Unanda dan pengurus KNPI Kota Palopo.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya pada hari Minggu, lima orang penambang sudah diberitahu oleh temannya, agar segera keluar dari lobang tambang karena kondisi air akan pasang, namun lima orang tersebut tidak menghiraukan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Utara, AKBP Budi Rachmat Senin (19/10/2020).

Ia menjelaskan, pada saat air pasang, ada bekas lobang yang lama ditinggalkan, kemasukan air pasang dan merembes ke lobang yang ada lima korban tersebut. Kemudian air masuk dan membawa lumpur menimbun kelima korban, hal ini dikarenakan korban kesulitan keluar disebabkan licin dan lobang terisi air.

“Rekan – rekan korban mengetahui kejadian ini pada pukul 20.00 WITA, kondisi lobang sudah penuh air dan lumpur,” kata Budi.

Pada hari Senin (19/10) pukul 09.00 WITA anggota Polsek Sekatak bersama warga masyarakat berangkat ke tempat kejadian perkara untuk membantu mengevakuasi korban.

“Dengan menggunakan bantuan alat berat dan alat penyedot air, sekitar pukul 12.30 Wita telah dievakuasi satu orang korban dari lobang tambang,” kata Budi.

Korban atas nama Arfa jenis kelamin laki – laki, lahir di Palopo pada 21 Maret 1997. Alamat Desa Bantilang RT. 006 Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Tmur, Sulsel. Saat ini, korban masih disemayamkan di pondok tambang illegal. (*)

Dua dari lima jenazah penambang sudah ditemukan.


Pos terkait