Reses, Ainun Massinring Dengar Keluhan Petani Terkait Kelangkaan Pupuk

  • Whatsapp
8

LUWU— Meski pihak Dinas Pertanian Luwu telah berkoordinasi dengan pihak distributor untuk memaksimalkan pengiriman pupuk dari lini I ke lini II, pupuk bersubsidi hingga saat ini masih mengalami kelangkaan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu, Ainun Massinring yang baru-baru ini melakukan reses masa sidang II di Lingkungan Rasai, kelurahan Balo-Balo, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu banyak mendengarkan keluhan para petani terkait sulitnya mendapatkan Pupuk.

Bacaan Lainnya

“ Saat reses seharusnya saya di dampingi Kadis Pertanian, Albruddin Andi Picunang, agar Kadis bisa mendengar langsung keluhan petani terkait kelangkaan dan mengurangnya jatah pupuk yang sampai ke petani,” katanya Kamis (25/02/2021).

Namun pada reses itu Kadis Pertanian berhalangan hadir dan tidak mengutus siapapun dari dinas yang ia pimpin untuk mewakilinya.

Lanjut Ainun mengatakan, awalnya para petani yang terdafatar sebagai penerima pupuk bersubsidi menerima sebanyak 4 sak atau 200 kilogram untuk 1 hektar lahan persawahan.

“Namun belakangan ini petani hanya mendapat 1 sak atau 50 kilogram pupuk untuk perhektarnya,” tuturnya.

Sementara Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Luwu, Ahmad Wirawan mengatakan, khusus untuk Kabupaten Luwu di tahun 2021 ini memang ada pengurangan dari 4 sak menjadi 1 sak perhektar.

“ Pengurangan pupuk subsidi ini sudah menjadi keputusan langsung dari pusat yang disesuaikan dengan hasil kajian penelitian dan pengembangan,” terangnya.

Sebelumnya, Kadis Pertanian, Albaruddin Andi Pincunang saat dihubungi mengakatakan, ada sekitar 300 ton pupuk bersubsidi yang siap didistribusikan ke lini II yaitu gudang yang ada di Luwu.

Untuk diketahui, jumlah petani Luwu yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 53 ribu petani, dengan pembagian alokasi berdasarkan luas tanam perkecamatan. (pit)

Pos terkait