Satu Warga Sendana Palopo yang Positif Covid-19 Juga Positif Hamil, Sore Ini Dirujuk ke Makassar

  • Whatsapp
ilustrasi

PALOPO — Seorang warga Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, dinyatakan positif Covid-19, Sabtu (9/5/2020). Pasien tersebut sudah diisolasi sejak Selasa (04/04/2020) lalu di RSUD Sawerigading Palopo.

Direktur RSUD Sawerigading, dr Nasaruddin Nawir mengatakan saat ini pasien tersebut masih menjalani isolasi di RSUD Sawerigading. “Dia juga tengah mengandung buah hatinya selama dua bulan. Anak kedua,” kata dr Nazar.

Bacaan Lainnya

Ditanya terkait potensi gangguan virus covid-19 terhadap janinnya, dr Nazar menyebut tidak terganggu. “Dokter Interna memberikan terapi yang bukan kontra. Insya Allah tidak,” sebutnya.

Selain dinyatakan positit covid-19, pasien yang juga apoteker di Puskesmas Sendana itu segera dirujuk ke Makassar.

“Sebenarnya belum ada rencana rujuk Ke Makassar karena kondisinya cukup baik. Tapi ada informasi baru. Pak Gubernur, minta dirujuk ke RS Wahidin sore ini. Kita doakan dan dukung semoga lekas sembuh,” tambah Jubir Corona pemkot Palopo, Dr Ishaq Iskandar Minggu (10/5/2020) pagi.

Sekadar diketahui, saat ini sudah ada dua kasus positif di Kota Palopo. Sebelumnya, pasien pertama adalah HY warga Balandai. Namun, HY kini sudah dinyatakan sembuh.

Dr Ishaq Iskandar mengatakan, sampel tenggorokan milik pasien asal Sendana yang positif ini diperiksa Sabtu (9/5/2020) di Makassar bersama dua orang lainnya. ” Hasilnya positif satu orang. Sementara dua lainnya negatif,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga orang warga Purangi Kecamatan Sendana, Kota Palopo, diisolasi di RSUD Sawerigading Palopo. Ketiganya terpapar dari seorang pelaut Luwu yang beristri di Parepare. Pelaut ini sebelum dinyatakan positif Covid-19 sempat kontak dengan keluarganya di Luwu dan Palopo.

Di Parepare, disebut dengan kluster Kapurung yang sempat viral di media sosial. Istilah Kluster Kapurung diberikan lantaran penyebaran virus tersebut bermula dari acara makan kapurung bersama yang dilakukan oleh pasien pertama berinisial AM di rumahnya dengan mengundang para kerabatnya. (asm)





Pos terkait