Sejak Dipimpin Husler, Empat Penopang Ekonomi Lutim Tumbuh

  • Whatsapp
Thoriq Husler
64

LUTIM – Calon Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler menggelar kampanye dialogis di kediaman H. Umar Ranggo, Desa Nikel, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sabtu (10/10/2020). Dari pertemuan dengan masyarakat itu, terungkap perekonomian Luwu Timur sejak dipimpinnya mengalami pertumbuhan.

Dari data dinas Bapelitbangda Luwu Timur dari lima sektor yang menopang struktur ekonomi Luwu Timur porsi sektor tambang masih sangat besar walaupun ada penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2019 sektor Pertambangan dan penggalian mengambil porsi 45,27persen, angka ini menurun dari 58,28 persen pada tahun 2015.

Bacaan Lainnya

Sektor Pertanian, kehutanan, perikanan meningkat 23,84 persen dari 19,39 persen pada tahun 2015. Sektor Konstruksi 10,44 persen angka ini meningkatkan dari 7,32 persen pada tahun 2015.

Sektor Perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 4,2 persen angka ini meningkat dari 2,89 persen pada tahun 2015. Sektor Industri pengolahan 3,82 persen angka ini meningkat dari 2,88 persen pada tahun 2015.

Dari lima sektor hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan, empat sektor lain mengalami peningkatan. Penurunan pada sektor tambang yang proporsinya paling dominan memberi pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi Luwu Timur.

Menurut Husler pertumbuhan ekonomi Luwu Timur hanya 1,7 persen, tapi jika sektor tambang dikeluarkan maka pertumbuhan ekonomi bisa 6 persen.

“Sektor tambang itu kan sektor privat, itu di luar kendali pemerintah daerah sementara empat sektor lain yang menjadi tanggungjawab pemerintah mengalami peningkatan signifikan, menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ada dua sasaran dalam Visi-Misi Husler-Budiman, yaitu sasaran makro dan mikro. Sasaran makro adalah mengurangi pengangguran dan meningkatkan Pertumbuhan ekonomi.

Sementara, sasaran mikro adalah pengentasan kemiskinan dengan bantuan langsung atau dalam bentuk dana stimulus baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Dengan semua program-program pendidikan, Kesehatan, ekonomi tentunya akan mempengaruhi perkembangan IPM kita agar bisa menjadi yang Terbaik di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)























Pos terkait