PALOPO — Kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Mega Buana (UMB) Palopo terus menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, jumlah pendaftar mahasiswa baru di kampus tersebut telah mencapai 4.963 orang dengan 3.255 pendaftar dinyatakan lulus seleksi.
Capaian tersebut disampaikan Rektor UMB Palopo, Prof Nilawati Uly, saat memberikan sambutan pada Wisuda Angkatan XVII Periode IV yang digelar di Saodenrae Convention Center, Rabu (26/8/2026).
Menurut Prof. Nilawati, tingginya jumlah pendaftar menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UMB Palopo sebagai salah satu perguruan tinggi pilihan di kawasan Indonesia Timur.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kepercayaannya kepada UMB Palopo sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi. Alhamdulillah, pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 ini, pendaftar UMB tercatat sampai saat ini mencapai 4.963 orang dan 3.255 telah dinyatakan lulus seleksi,” ujar Prof. Nilawati.
Ia menambahkan, proses penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung dan dijadwalkan ditutup pada September 2026.
Namun, khusus Program Studi S1 Kedokteran, kuota mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026 telah terpenuhi.
Pendaftar tahun ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan yang ditawarkan UMB Palopo, mulai dari program doktoral, magister, profesi hingga sarjana.
Program tersebut meliputi Program Doktor S3 Kesehatan Masyarakat, Program Magister S2 Kesehatan Masyarakat, S2 Kebidanan dan S2 Hukum, Program Profesi Ners dan Profesi Bidan serta program sarjana S1 Kedokteran, S1 Kedokteran Gigi, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Ilmu Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Ilmu Hukum, S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Perdagangan Internasional dan S1 Kewirausahaan.
Berawal dari STIKES
Prof. Nilawati menyebut kepercayaan masyarakat sebagai salah satu anugerah terbesar bagi UMB Palopo. Ia mengingatkan bahwa perjalanan kampus tersebut tidak dimulai dalam kondisi seperti sekarang.
UMB Palopo sebelumnya berawal dari STIKES Mega Buana yang hanya memiliki tiga program studi dan satu lahan kampus.
Kini, setelah melalui perjalanan panjang selama 17 tahun, UMB Palopo telah berkembang dengan mengelola 18 program studi yang mencakup program doktoral, magister, profesi dan sarjana, serta memiliki enam lahan kampus.
“Tentu capaian ini tidak terlepas dari komitmen UMB Palopo dalam menjaga kepercayaan dari masyarakat,” katanya.
Komitmen tersebut, lanjut Prof. Nilawati, diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
UMB Palopo menyediakan biaya pendidikan yang relatif terjangkau dengan sistem angsuran, serta berbagai program beasiswa bagi mahasiswa. Kebijakan itu diharapkan dapat membantu mencegah mahasiswa berhenti kuliah akibat kendala ekonomi.
Selain itu, UMB Palopo memberikan pendampingan karier dan uji kompetensi secara gratis, khususnya dalam menghadapi Uji Kompetensi Nasional. Kampus juga memfasilitasi peluang kerja bagi lulusan, baik di dalam maupun luar negeri.
Dari sisi fasilitas, UMB Palopo juga terus memperkuat sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran, disertai sumber daya manusia yang dinilai mumpuni dalam mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
UMB Care hingga Peluang Kerja
Kepedulian UMB Palopo juga tidak hanya diarahkan pada aspek akademik.
Melalui program UMB Care, kampus tersebut secara rutin membagikan bahan pangan gratis setiap Jumat kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Program itu menjadi bagian dari upaya kampus membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga kepedulian sosial.
“Perguruan tinggi bukan hanya tempat melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga manusia yang memiliki hati dan empati,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian program tersebut.
Masuk Lima Besar LLDIKTI IX
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX yang diwakili Kasubbag Umum, Syahruddin, memberikan apresiasi terhadap perkembangan UMB Palopo.
Ia menyebut UMB Palopo konsisten menjaga mutu pendidikan selama 17 tahun perjalanan sejak berdiri pada 2009.
Berdasarkan penilaian LLDIKTI Wilayah IX, UMB Palopo secara konsisten masuk dalam jajaran lima besar perguruan tinggi terbaik dari 223 perguruan tinggi yang berada di wilayah LLDIKTI IX.
Penilaian tersebut mencakup sejumlah indikator, di antaranya tata kelola kelembagaan, pembukaan program studi strategis, peningkatan akreditasi, jumlah mahasiswa, serta capaian prestasi akademik dan nonakademik.
Apresiasi Serupa Datang dari Pemerintah Kota Palopo.
Staf Ahli Pemkot Palopo Bidang Kesra, Taufik Gurrahman, yang hadir mewakili Wali Kota Palopo, menilai perkembangan UMB telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Palopo.
Menurutnya, UMB bukan hanya berkembang secara internal, tetapi juga ikut mengangkat citra pendidikan tinggi di Kota Palopo.
“Saya yakin ke depan, UMB tidak hanya terkenal di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur semata, tetapi dengan kualitas dan mutu pendidikan yang dimilikinya, UMB Palopo bisa menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional,” katanya.
Taufik optimistis target tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Bahkan, ia memperkirakan dalam kurun waktu sekitar 10 tahun ke depan, UMB Palopo dapat menuju level internasional apabila konsistensi pengelolaan dan peningkatan mutu pendidikan terus dipertahankan.
Dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai 4.963 orang dan penerimaan mahasiswa baru yang masih dibuka hingga September 2026, UMB Palopo kembali menunjukkan bahwa persaingan perguruan tinggi di daerah semakin dinamis dan kepercayaan publik menjadi salah satu modal utama untuk terus berkembang. (*)












