Demi Beli Chip Higs Domino, 4 Pemuda Nekat Bobol Sekolah

  • Whatsapp

MAKASSAR – Game Higs Domino memang sangat digemari saat ini. Game ini menjadi salah satu permainan yang memiliki rating tertinggi. Penggunanya juga tiap hari meningkat.

Hanya saja, sebagian orang menjadi kecanduan memainkan permainan tersebut. Mereka bahkan rela mengeluarkan sejumlah uang demi membeli chip-nya.

Namun, berbeda dengan empat pemuda asal Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Mereka mebobol SMP Negeri 41 Satu Atap (Satap) Kelurahan Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (21/7/2021).

Dilansir ritmee.co.id dari Tribun Timur, pihak sekolah melaporkan kejadian itu ke Polsek Ujung Pandang, mengaku kehilangan delapan unit laptop. Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang yang menerima laporan itu pun bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Alhasil tiga terduga pelaku dapat terendus dan ditangkap kurang dari 24 jam. Ialah MT alias Edo (26), MA alias Masdar (21) dan IR alias Ippang (19).

Ketiga pelaku merupakan nelayan asal Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Penangkapan Edo, dipimpin Panit 2 Reskrim Polsek Ujung Pandang, Ipda Aris di rumahnya.

Edo yang tertangkap pun digelandang ke Mapolsek Ujung Pandang, untuk diinterogasi. “Hasil interogasi, pelaku atas nama Edo mengakui melakukan pencurian laptop bersama temannya Masdar secara bertahap sebanyak tiga kali,” kata Panit Sidik Reskrim Polsek Ujung Pandang, Iptu Suryana Fachruddin.

Kepada polisi, Edo mengaku berhasil memasuki ruang laboratorium sekolah dengan cara membobol plafon. “Dengan cara membobol plafon sekolah dan manjat kemudian masuk keruangan lab (laboratorium) dan mengambil empat buah laptop,” ujarnya.

Empat buah laptop curiannya itu, pun dijual ke beberapa orang seharga Rp 600 ribu per unit. Hasil penjualannya, digunakan Edo untuk membeli chip game Higs Domino. “Digunakan untuk beli rokok, dan beli chip game online,” ungkap Iptu Suryana.

Dalam kasus itu, Edo dan Masdar berperan sebagai eksekutor. Sementara, Ippang berperan sebagai penadah atau pembeli barang curian tersebut. Untuk empat barang bukti laptop lainnya, masih dalam pengembangan jajaran Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang.

Kasi Humas Polsek Ujung Pandang Bripka Wandi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, penangkapan ke tiga pelaku berlangsung kurang dari 24 jam.

Pasalnya, penangkapan dan laporan yang masuk ke Polsek Ujung Pandang berlangsung di hari yang sama. “Jadi kemarin (Rabu) pihak kepala sekolah datang melapor sekitar pukul 12.40 Wita dan rekan-rekan dari Unit Reskrim melakukan penangkapan sorenya pukul 17.05 Wita,” jelasnya.

Terbaru kata dia, seorang pelaku utama baru saja diamankan dengan barang bukti empat unit laptop.

“Sore ini, baru saja diamankan lagi satu pelaku utama AR alias Dian (19). Di tangan pelaku diamankan empat unit laptop. Jadi total laptop yang hilang dicuri sebanyak delapan unit telah kami amankan semua,” tuturnya. Ke empat pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (*)













Pos terkait