Ini Identitas Lima Korban Tewas Asal Lutra dan Toraja yang Tertimbun di Tambang Emas Ilegal di Sekatak

  • Whatsapp
Polisi dibantu warga melakukan pencarian jenazah penambang yang tertimbun lumpur. Foto/Polsek Sekatak
9

KALIMANTAN — Kabar duka datang dari dari penambang emas ilegal di daerah Sekatak, Kalimantan Utara. Sebanyak lima penambang emas ditemukan tewas setelah tertimbun longsoran tanah di blok Nipah – Nipah Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak, Bulungan, Minggu (18/10/2020).

Korban berasal dari Luwu Utara dan Toraja. Mereka adalah Ichsan kelahiran Palopo 11 Desember 1990 beralamat di Dusun Beringin, Desa Bunga Didi, Kecamatan Tana Lili, Muhammad Fuad kelahiran Palopo 28 Oktober 1995 beralamat di Dusun Banyu Sari RT001/RW002 Desa Banyu Urip, Kecamatan Bone-Bone.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Arfa, kelahiran Palopo 21 Maret 1997 dengan alamat RT 06 Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Yusuf Acco Tappi kelahiran Toraja 16 Januari 1996, beralamat di Dusun Link Balele, Desa Mentirotuku, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.

Terakhir, Suryadi kelahiran Palopo 29 Januari 1990 beralamat di Dusun Makowong, Desa Patila RT.001, Kecamatan Tana Lili, Luwu Utara. Kelima o korban telah divisum di Puskesmas Sekatak.

Seluruh korban telah dievakuasi. Rencananya, mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Dikutip dari ANTARAKALTARA, lima penambang terkubur lumpur dan air dalam lubang tambang dengan kedalaman sekitar 25 meter. Kejadiannya pada Minggu (18/10) sekitar pukul 17.00 Wita.

“ Kejadiannya pada hari Minggu, lima orang penambang sudah diberitahu oleh temannya, agar segera keluar dari lobang tambang karena kondisi air akan pasang, namun lima orang tersebut tidak menghiraukan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Utara, AKBP Budi Rachmat.

Ia menjelaskan, pada saat air pasang, ada bekas lobang yang lama ditinggalkan, kemasukan air pasang dan merembes ke lobang yang ada lima korban tersebut. Kemudian air masuk dan membawa lumpur menimbun kelima korban, hal ini dikarenakan korban kesulitan keluar disebabkan licin dan lobang terisi air.

“Rekan – rekan korban mengetahui kejadian ini pada pukul 20.00 WITA, kondisi lobang sudah penuh air dan lumpur,” kata Budi. (*/adn)



Pos terkait