Kuasa Allah, Pramugari Cantik Asal Luwu Ini Terhindar dari Tragedi Sriwijaya Air, Sebelum Terbang Rutenya Tiba-tiba Diubah

  • Whatsapp
Pramugari Sriwijaya Air asal Luwu, Ananda Lestari
9

JAKARTA — Duka mendalam dirasakan oleh keluarga korban tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (09/01/2021) kemarin sore.

Salah satu pramugari pesawat jenis Boeing 737-500 itu adalah Ananda Lestari, gadis cantik asal Bua, Kabupaten Luwu. Sebelum penerbangan, ia ditunjuk bertugas di rute Jakarta-Pontianak. Hanya saja, tiba-tiba rutenya diubah menjadi Jakarta-Makassar.

Bacaan Lainnya

Kerabat dekat Ananda Lestari, Sulpiana di Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, kepada wartawan mengungkapkan, awalnya ia syok mendengar kabar jatuhnya pesawat nahas tersebut.

” Saya langsung telpon menanyakan kabarnya. Alhamdulillah. Ini kuasa Allah. Rupanya, Ananda tidak ikut dalam penerbangan itu. Rutenya tiba-tiba diubah ke Makassar. Padahal tadinya ditugaskan di pesawat itu,” kata Sulpiana.

Setelah memastikan Ananda selamat, Sulpiana menyatakan kesyukurannya karena keluarganya itu terhindar dari tragedi tersebut. ” Lewat telpon Ananda menangis dan bersyukur atas doa keluarga dirinya terhindar dari maut,” kata Sulpiana.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan pengerahan segala upaya untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJY 182. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjanjikan pengerahan kapal survei TNI AL untuk mencari pesawat yang mengalami musibah ini.

“Kita kerahkan kapal survei Hidro-Oseanografi yang dapat membantu penginderaan di bawah air selain berbagai jenis kapal dan personel TNI AL,” ujar dia. Dua kapal survei yang dimiliki TNI AL antara lain KRI Spica dan KRI Rigel, yang dibuat di Perancis. Kapal ini mempunyai sistem penginderaan dan survei bawah laut termodern di Asia Tenggara.

Selain itu, akan dikerahkan kekuatan dari Armada I dan Lantamal III. Di antaranya KRI Teluk Gilimanuk, KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjipatdi, KRI Cucut, KRI Tenggiri, dan dua Sea Rider Kopaska, serta dua kapal tunda, yaitu TD Galunggung dan TD Malabar.

Data yang diterima menyebutkan, pesawat nahas ini memuat sebanyak 56 orang penumpang. Rinciannya, sebanyak 46 orang penumpang dewasa, dan 7 orang anak anak serta 3 orang balita. (*/fit)

Pos terkait