Polres Luwu Timur Tetapkan 17 Panitia Sebagai Tersangka Tewasnya Peserta Diklatsar, Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

  • Whatsapp
10

MALILI — Penyidik Polres Luwu Timur menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus tewasnya, Muh Rifaldi peserta Diklatsar Komunutas Pecinta Alam (KPA) Sanggar Kreatif Anak Rimba (Sangkar), beberapa waktu lalu.

Penetapan tersangka itu disampaikan Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko saat menggelar konferensi pers di Mapolres Luwu Timur, Jumat (19/3/21). Saat konferensi pers, polisi menghadirkan 17 tersangka di hadapan wartawan.

Bacaan Lainnya

Dari 17 tersangka tersebut, tujuh orang diantaranya usianya masih di bawah umur. Adapun pesera diksar yang menjadi korban sebanyak 14 orang, satu diantaranya meninggal dunia setelah mendapat perlakuan tak manusiawi oleh panitia.

” Para tersangka akan dijerat pasal 170,351,359 Jo 55, 56 Kuhp dan pasal 80 UU NO.35 THN 2014 Tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara,” kata Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, pada satu momen, peserta diklatsar dibaris atau dijejer. Kemudian para senior ini melakukan pemukulan. Pemukulan ini meliputi tamparan, memukul beberapa bagian tubuh menyebarkan Muhammad Rifaldi tewas. Korban lainnya mengalami luka lebam hingga pendarahan di telinga.

Menurut Indratmoko, saat ini pihaknya akan memeriksa 4 orang lainnya yang juga menjadi panitia. ” Tidak menutup kemungkinan juga akan menjadi tersangka. Kami juga sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk melakukan visum,” tutupnya. (fit)

Pos terkait