Rektor UI Mundur Sebagai Komisaris BRI, Rektor Unhas Masih Bertahan di PT Vale

  • Whatsapp
Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tia Pulubuhu

JAKARTA — Setelah mencuat di permukaan akibat rangkap jabatan, Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro, akhirnya mengundurkan diri sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT BRI Tbk.

Pengunduran diri tersebut pada Kamis lalu. “Kementerian BUMN RI telah menerima surat pengunduran diri Sdr Ari Kuncoro dari jabatannya selaku Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Perseroan per tanggal 21 Juli 2021,” kata keterbukaan informasi yang diterima di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Bacaan Lainnya

Rangkap jabatan Ari Kuncoro tersebut melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI. Namanya kembali menjadi perbincangan warganet setelah pemerintah merevisi PP 68/2013 tentang Statuta UI. Revisi tersebut termuat dalam PP Nomor 75 tahun 2021, dimana rangkap jabatan di BUMN atau BUMD, hanya dilarang untuk jabatan direksi.

Sementara itu, Rektor Unhas, Dwia Aries Tia Pulubuhu, yang juga diangkat menjadi Komisaris Independen PT Vale, sampai saat ini masih bertahan. Dwia ditetapkan menjadi Komisaris Independen pada RUPSLB PT Vale Indonesia Tbk di Jakarta pada September 2020 lalu.

Hal ini menjadi sorotan sejumlah kalangan. Termasuk, anggota DPRD Luwu Timur, Alpian. Legislator Hanura ini mengaku heran perusahaan besar sekelas PT Vale Indonesia tidak tahu aturan terkait larangan seorang rektor menjabat sebagai komisaris independen.

” Saya juga heran, mengapa seorang rektor seperti Prof Dwia tidak tahu aturan terkait larangan seorang rektor menduduki jabatan komisaris di perusahaan,” katanya beberapa waktu lalu.

Merujuk pada peraturan pemerintah RI nomor 53 tahun 2015 tentang statuta Universitas Hasanuddin. Dimana poin 4 sangat jelas menyebutkan rektor dilarang merangkap jabatan, pada huruf d menyebutkan badan usaha di dalam maupun di luar Unhas.

“Menurut saya ada dugaan kerjasama yang jahat soal ini. Kenapa saya menduga jahat, karena bertentangan dengan regulasi. Entah apa rencana dibalik ini,” kata Alpian dikutip dari TribunLutim.com. (*/adn)







Pos terkait