Tidak Terima Keluarganya jadi Korban Unras di Kejari Palopo, Ratusan Kerabat Abdul Azis Mendatangi Mapolres Palopo

Keluarga Abdul Azis satpan Kejaksaan Negeri Palopo yang menajdi korban unjukrasa pada Kamis 21 Juli 2022, mendatangi Mapolres Palopo untuk bertemu dengan mahasiswa yang terlibat, Jumat (22/07/2022).(Ft/ist).

PALOPO— Tidak terima dengan apa yang menimpa Abdul Azis, Satpan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo yang menjadi korban unjuk rasa pada Kamis 21 Juli 2022 kemarin, ratusan kelurga korban mendatangi Mapolres Palopo, Jumat (22/07/2022).

Ratusan keluarga korban itu, mencari sejumlah mahasiswa yang sebelumnya diamankan polisi pasca unjuk rasa ricuh di Kejari Palopo. Mereka berteriak meminta kepada pihak kepolisian untuk melihat para mahasiswa yang telah diamankan. Bahkan beberapa massa memaksa masuk kedalam Mapolres Palopo untuk bertemu langsung dengan para mahasiswa itu.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Andi Aris Abubakar saat menemui kelurga korban mengatakan, agar kasus tersebut diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kami minta kepada kelurga agar bersabar. Serahkan kepada kami untuk menyelesaikannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo kemarin, berujung ricuh. Saat pihak kepolisian dan yang  lainnya istirahat untuk makan siang, sejumlah mahasiswa yang belum membubarkan diri memaksa memasuki Kejari Palopo dan mendorong pagar.

Aksi anarkis dari mahasiswa itu berakibat ambruknya pagar kantor Kejari Palopo dan menimpa dua satpam, satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya menderita luka serius.

Korban yang meninggal diketahui bernama Abdul Azis warga Jl. Batara, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, dan merupakan pensiunan TNI. Pasca unras itu , polisi kemudian mengamankan Sembilan mahasiswa yang terlibat. (fit)











Pos terkait