Atasi Gangguan Distribusi, PAM TM Palopo Bakal Bangun Bank Air

  • Whatsapp
IPAM Abd Majid

PALOPO — Perusahaan Air Minum Tirta Mangkaluku (PAM TM) Kota Palopo terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Salah satu yang menjadi permasalahan selama ini ialah gangguan distribusi air akibat faktor alam.

Faktor alam salah satunya banjir dan keruh di aliran sumber air baku ini kerap mempengaruhi pengolahan air sebelum sampai ke pelanggan. Termasuk adanya faktor musim kemarau yang menyebabkan debit sumber air baku berkurang.

Bacaan Lainnya

Untuk mengantisipasi hal itu, Direktur Utama PAM TM Palopo,Ir M Tawakkal punya gagasan dengan membuat Bank Air. Bank Air ini nantinya digunakan saat distribusi air ke pelanggan mengalami gangguan.

“Bank air merupakan salah satu solusi guna mengatasi gangguan distribusi air ke pelanggan. Pada saat kondisi air baku dalam kondisi normal, maka PAM TM akan memproduksi air sebanyak mungkin. Sebagian di simpan di bank air dan selebihnya di distribusikan ke pelanggan,” jelas Tawakkal. “Ini baru gagasan. Kalau mendapat persetujuan dari pak wali, kita akan realisasikan dalam waktu dekat ini,” tambah mantan Dirut PDAM Kabupaten Luwu itu.

Untuk merealisasikan bank air tersebut, saat ini PAM TM Palopo memiliki satu kolam pengolahan yang daya tampungnya cukup besar yang dikenal dengan nama Saringan Pasir Lambat (SPL).

“SPL ini lokasinya berada di IPAM I Abd Majid dan tidak difungsikan lagi karena pengolahan tersebut masih menggunakan sistem yang lama dan sudah tergantikan dengan mesin pengolah yang lebih modern. Ini bisa dialihfungsikan menjadi bank air,” jelas Tawakkal.

Jika nantinya SPL ini jadi dialihfungsikan, maka wilayah yang akan dilayani jika terjadi gangguan distribusi air ialah zona selatan dan sebagian wilayah kota. “Kemudian ke depan juga kita bangun di bagian tengah kota hingga ke bagian utara, sehingga jika terjadi gangguan, bisa kita atasi dengan segera,” harapnya.

Selain gagasan diatas, tahun depan PAM TM Palopo juga berencana membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di kelurahan Battang dengan kapasitas 50 liter kubik per detik. Plus jaringan pipa distribusi yang akan melalui Jalan Janda, tembus ke Sendana, Songka dan Jalan Yogie S Memet.

“Kegiatan ini termasuk prioritas karena adanya tambahan seribu sambungan rumah baru di wilayah Purangi, Sampoddo dan Takkalala,” tandasnya. (*)







Pos terkait