BPN Palopo Bentuk Tim Gugus Reforma Agraria, Antisipasi Tanah Dikuasai Investor

  • Whatsapp
49

PALOPO — Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palopo menggelae rapat Tim Persiapan Pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria yang dilaksanakan di Baruga Bumi Bakti Adiguna Kantor Pertanahan Kota Palopo, Senin (15/3/2021).

Kepala Kantor Pertanahan Kota Palopo Didik Purnomo, mengatakan gugus tugas Reforma Agraria ini merupakan istilah baru bagaimana dapat pemerataan pembangunan termasuk disini adalah penguasaan aset-aset seperti dalam hal ini sumber daya alam termasuk dalam pemerataan dan pemanfaatan pembangunan.

Bacaan Lainnya

“Adapun isu yang ingin diselesaikan adalah penguasaan tanah yang ada kecenderungan dalam daerah itu sebagian dikuasai pemilik modal,” katanya.

“Dan kita juga harus mengetahui aset-aset tanah kita ini mau diapakan untuk apa sehingga saat ini kita harus mempersiapkan minimal 10 tahun kedepan kota palopo dapat lebih baik. Sehingga kita dapat mendesain kota kita ini sesuai dengan suasana budaya kita jangan sampai kota Palopo tumbuh bukan dengan khasnya orang Palopo Tentu ini akan kita pikirkan bersama,” bebernya.

Walikota Palopo, dalam hal ini diwakili Sekertaris Daerah, Firmanza menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu tugas kita bagaimana tanah kita yang ada di kota Palopo tidak dikuasai sebagian kecil pemilik modal.

“Jika kita tidak mengatur dengan baik maka masyarakat kita akan menjadi penonton yang dikuasai hanya sebagian kecil saja,” jelas sekda.

“Banyak negara yang mengalami hal sama dan ini harus kita jaga bersama jangan sampai ini terjadi di kota Palopo inilah salah satu hal kenapa kemudian kita bentuk gugus tugas reforma agraria ini,” sambungnya.

“Karena menurutnya kita harus mengatur bagaimana ada regulasi yang dihasilkan untuk diatur agar tidak terjadi hal-hal tidak kita inginkan, yang penting disini adalah bagaimana kita mendesain atau rencana detail tata ruang,” tambahnya lagi.

Sekda menjelaskan, hal ini merupakan langkah yang sangat strategis kedepan karena diketahui banyak perkelahian kelompok yang disebabkan oleh sengketa tanah.

“Tentu kita berharap gugus tugas reforma agraria ini dapat bekerja dengan maksimal sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif membantu masyarakat kota Palopo,” tutupnya.

Turut Hadir pula Pimpinan Perangkat Daerah serta para Camat dan Lurah.

Pos terkait