Perjuangan DOB Luwu Tengah, ‘Harga Mati’ Bagi Wija To Luwu

Suregarm Ketua Terpilih PKPT IPMIL RAYA UKI Paulus Makassar.

MAKASSAR – Walenrang-Lamasi merupakan kecamatan yang ada di kabupaten Luwu, salah satu daerah yang inclave dengan induk ibukota kabupaten Luwu.

Tragedi Walmas Berdarah berawal pada tahun 2011-2013 yang merupakan perjuangan para Wija to Luwu menginginkan adanya pemekaran wilayah Luwu tengah (Walmas).

Bacaan Lainnya

“Perjuangan panjang Wija to Luwu dalam memperjuangkan pemekaran wilayah Luwu Tengah masih harus berlanjut, karena kita ketahui Walmas merupakan wilayah yang terpisah dari induknya (Inclave), Ungkap Suregar Ketua Terpilih PKPT IPMIL RAYA UKI Paulus Makassar.

“Sehingga sangat sulit bagi masyarakat Walmas untuk mengurus administrasi, karena jarak yang di tempuh kurang lebih 80 Km. Untung kalau sehari jadi” tambah Suregar.

Jarak tempuh yang di butuhkan untuk mengurus administrasi dari Walmas ke Belopa (pusat pemerintahan kabupaten Luwu) berjarak kurang lebih 80 Km dan ini melewati kota Palopo.

“Kami sebagai kader IPMIL RAYA mendesak kepada pemerintah pusat untuk mencabut moratorium DOB dan mekarkan Luwu tengah” tegas Suregar

Luwu tengah yang memang di kenal sebagai perjuangan menjadi harga mati bagi para Wija to Luwu.

“Negara yang hingga hari ini tidak adil pada tana Luwu, mengapa hanya Luwu tengah yang sampai hari ini tidak di mekarkan, sedangkan beberapa kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia telah di mekarkan,” ucap Suregar.

“Jangan menjadikan perjuangan Luwu tengah menjadi janji kampanye politik, Karena ini menyangkut kemaslahatan umat dan masyarakat Luwu Tengah,” Tutupnya. (*)











Pos terkait