Siswa SDN 478 Barowa Menyeberangi Sungai Menggunakan Gabus, Bupati Luwu Berikan Bantuan untuk Pembangunan Jembatan

Bupati Luwu, Basmin Mattayang saat meninjau jembatan penyeberangan yang rusak di Kecamatan Bua, Selasa (14/06/2023) kemarin.

LUWU—Buapati Luwu, Basmin Mattayang mengunjungi rumah siswa sekolah dasar yang sehari-harinya berangkat dan pulang sekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan gabus serta ditarik menggunakan seutas tali, Selasa (13/06/2023) kemarin.

Siswa yang bersekolah di SDN 478 Barowa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu itu terpaksa menyeberangi sungai setelah jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua desa rusak dihantam banjir sejak sebulan lalu.

Bacaan Lainnya

Sebelum mengunjingi rumah siswa yang dimaksud, Bupati Luwu terlebih dulu meninjau kondisi jembatan yang rusak. Pada kesempatan itu, Basmin Mattayang memberikan bantuan ke pelajar tersebut dan memindahkannya ke sekolah yang lebih dekat serta mudah diakses.

“Keputusan hari ini saya ambil melalui kepala dinas pendidikan, serta musyawarah dengan orang tua yang bersangkutan, besok saya pindahkan di SD yang lebih dekat dan tidak menyeberang jembatan, jalan tidak melewati sungai, orang tuanya sudah setuju,” kata Basmin saat dikonfirmasi, Selasa (13/6/2023) sore.

Basmin untuk mendukung anak-anak menuju ke sekolah pemerintah Kabupaten Luwu akan memberikan bantuan kendaraan.

“Saya lihat lagi gencar-gencarnya sepeda jadi saya kasi sepeda ke anak sekolah tersebut yang viral,” ucapnya.

Selain itu hasil peninjauan dan diskusi dengan warga setempat, Bupati Luwu akan membantu perbaikan jembatan kayu tersebut.

“Khusus untuk jembatan ini saya kasi bantuan Rp 20 juta untuk diperbaiki karena akses mereka sewaktu-waktu mau berobat, jadi alasan tadi bahwa jembatan ini dibikin untuk mempercepat kalau mau pergi berobat,” ujar Basmin.

Basmin mengatakan kondisi warga yang anaknya viral menggunakan gabus menyeberang sungai untuk ke sekolah bukanlah warga yang kondisi ekonominya dibawah atau krisis ekonomi,  mereka punya kehidupan yang berkecukupan, hanya saja anak-anak mereka saat itu ke sekolah bajunya sempat basah bahkan kisahnya viral.

“Cuma kebetulan saja anak-anak kita yang menyeberang saat itu katanya terburu-buru ke sekolah tapi justeru karena menyeberang pakai gabus yang sebenarnya dipakai untuk tambak empang nah sambil menyeberang main-main bajunya basah, tiba di sekolah gurunya tanya kenapa basah disampaikanlah bahwa kami menyeberang pakai gabus maka virallah ini persoalan,”tutur Basmin.

Basmin  menanggapi beredarnya video viral tersebut merupakan hal positif bahwa kita semua harus punya nilai kepedulian.

“Video yang beredar itu tentu tidak menngandung sisi negatif, ini positif buat kita semua orang tua dan sebagai pemerintah bahwa kita semua harus punya kepedulian terhadap masyarakat khususnya di bidang pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan, dua itu yang penting, kalau infrastruktur saya pikir itu masuk poin dan itu pemerintah sudah lakukan,” jelasnya.

Mendapat bantuan dari Bupati Luwu, orang tua siswa Janwar (32) mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesediaan pemerintah mengunjungi daerahnya.

“Terima kasih pak Bupati Luwu telah mengunjungi kami dan membantu kami dan terlebih kepada bantuan untuk anak-anak kami, terima kasih,” imbuh Janwar. (*)































Pos terkait