Viral di Medsos, Begini Kronologis Pejabat Lutra Dihadang Bawa Baliho Indah-Suaib di Mobil, Nirwan : Saya Akan Lapor Polisi

  • Whatsapp
Nirwan Syakir
4

MASAMBA — Sejumlah foto beredar di media sosial sejak, Sabtu malam. Foto tersebut menampilkan seorang pejabat Luwu Utara yang dihadang sekelompok warga.

Pejabat itu difoto duduk di belakang mobil dengan pintu terbuka. Latarnya baliho milik calon bupati dan wakil bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani-Suaib Mansur dan paket bantuan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Bacaan Lainnya

Pejabat yang dimaksud adalah Nirwan Syakir, Kepala Bidang e-goverment pada Dinas Infokom Luwu Utara. Saat dihubungi, Minggu (20/09/2020), Nirwan menjelaskan kronologis sebenarnya.

Ia mengungkapkan, insiden tersebut terjadi di Desa Sadar, Kecamatan Bone-bone. Saat itu, ia mengantar adik perempuannya berkunjung ke keluarga dan kerabatnya di Desa Sadar. Sekaligus mempromosikan jualan adiknya.

” Saat berada dalam rumah, tiba-tiba datang sekelompok orang menggunakan mobil. Jumlahnya enam orang. Perawakannya kekar. Membuka mobil saya yang memang tidak terkunci. Saya dipaksa berfoto dengan latar baliho dan bantuan DMI. Saya tidak bisa berbuat apa-karena di bawah tekanan,” katanya via telepon.

Ia mengakui baliho dan paket bantuan DMI memang ada di dalam mobil. Tapi itu bukan miliknya. Baliho itu adalah pesanan dari Kepala Dusun di Desa Sadar yang meminta tolong kepadanya untuk diambilkan di salah satu percetakan di Masamba.

” Mungkin ada sekitar 5 baliho. Sudah diambil pak Dusun 3 buah. Sisanya ada di dalam mobil. Jadi, baliho itu bukan untuk dibagi ke warga. Tetapi pesanan kepala dusun. Saya hanya menolong,” katanya.

Soal paket bantuan dari DMI kata dia, itu sudah berada di dalam mobilnya sejak lama. Belum dibagikan kepada imam masjid korban bencana karena masih menunggu datanya.

” Sudah sekitar 1 bulan di mobil. Lainnya sudah saya bagikan ke yang berhak. Datanya masih ditunggu karena imam masjid korban bencana tersebar. Saya tak turunkan di Desa Sadar karena khawatir diambil warga padahal itu milik orang lain,” katanya.

Di Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Luwu Utara, Nirwan adalah salah satu pengurus. Jabatannya, Ketua Bidang Kominfo, Pengembangan Arsitektur dan Infrastruktur Masjid.

Nirwan juga mengatakan bahwa saat insiden itu terjadi, ia bersama dengan adiknya bukan istrinya seperti yang viral di media sosial. Atas kejadian yang menimpanya, Nirwan mengaku akan melapor ke polisi, Senin besok.

” Foto saya disebar tanpa seizin saya. Ujaran kebencian. Itu sudah termasuk pelanggaran ITE atau undang-undang elektronik. Saya juga akan melaporkan tindakan persekusi (kekerasan) yang dialaminya oleh sekelompok orang,” tandasnya. (adn)





Pos terkait