Jatah Pupuk Petani di Luwu Berkurang, DPRD Panggil Dinas Pertanian

  • Whatsapp

BELOPA — DPRD Luwu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kelangkaan pupuk subsidi yang diperuntukkan kelompok tani di ruang musyawarah DPRD Luwu, Senin (26/07/2021).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Luwu, Zulkifli. Legislator Golkar ini mengatakan, RDP tersebut untuk mencari solusi dan penyebab dari kelangkaan pupuk subsidi yang selamaini petani sawah keluhkan.

Bacaan Lainnya

“ Banyak petani yang sawah yang mengeluhkan ketersediaan pupuk subsidi yang langka, bahkan ada beberapa kelompok tani yang tidak mendapatkan pupuk,” katanya.

Anggota DPRD Luwu, Wahyu Napeng mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Luwu sudah sangat memprihatinkan.

Banyak petani di Luwu menjerit karena kelangkaan pupuk.
“ Saat ini, kelompok tani hanya mendapatkan 1 sak pupuk untuk 1 hektar sawah bantuan dari pemerintah, belum lagi masih ada kelompok tani yang sama sekali tidak mendapatkan pupuk padahal nama kelompok tani mereka terdata sebagai penerima bantuan pupuk,” ungkapnya.

Hal ini terjadi kata Wahyu Napeng karena data yang kurang valid baik itu dari Dinas Pertanian maupun dari Dinas Kependudukan.

“ Saat rapat dengar pendapat tadi, baik dari Dinas Pertanian maupun Dinas Kependudukan mengakui adanya data yang tidak sinkron. Dimana masih ada nama yang terdaftar di Dinas Pertanian sebagai penerima, namun orangnya sudah tidak ada, bahkan ada beberapa yang belum menggunakan E-KTP dan beberapa kelompok tani yang lainya sudah tidak layak untuk diberikan bantuan namun masih menerima bantuan,” terangnya.

Atas kondisi ini DPRD Luwu meminta dengan tegas kepada Dinas Pertanian agar melakukan evaluasi terhadap data yang dimiliki serta memperbaharuinya agar masalah kelangkaan pupuk bisa diatasi. (fit)







Pos terkait