Pengungsi Banjir Bandang Masamba Diserang Penyakit, ISPA 247, Dermatitis 151, Hipertensi 137, dan Diare 35

  • Whatsapp
55

LUTRA – Hari kesembilan pascabencana banjir bandang di Luwu Utara, kondisi para pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara yang dikeluarkan beberapa pengsungsi ada yang mengalami sakit ISPA, diare, dermatitis, dan hipertensi.

Dari beberapa penyakit ini, penderita ISPA paling banyak yaitu 247 orang. Disusul dermatitis 151 kasus, hipertensi 137, dan diare 35. Sementara kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, balita dan lansia, BPBD mencatat masih didominasi lansia dengan jumlah 2.623, disusul balita (2.223), bayi (447) dan bumil (303).

Bacaan Lainnya

Kondisi pengungsi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dengan cara memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, dan melakukan edukasi kepada pengungsi untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, walau berada dalam pengungsian.

“Hidup bersih dan sehat adalah salah satu modal untuk segera bangkit pascabencana. Untuk itu, tim kita dari Dinas Kesehatan setiap hari melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan serta melakukan edukasi kepada para pengungsi untuk tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar, Rabu (22/7/2020), di Masamba.

Penyediaan air bersih masih menjadi prioritas untuk segera diwujudkan. Setelah itu, barulah tandon air, pompa air, obat-obatan, suplemen, susu balita, serta pampers balita dan lansia. Tak hanya itu pakaian dalam wanita, selimut, sarung, pembersih ruangan, masker, genset, penerangan portable, WC postable, dan mobil tangki air bersih.

“Semua kebutuhan para pengungsi ini terus kami upayakan agar para pengungsi tetap bisa hidup layak meski masih di tengah pengungsian, sambil menunggu rumah hunian sementara (huntara) atau rumah khusus, yang sementara juga diupayakan pemerintah agar cepat rampung, dan segera bisa ditempati oleh para pengungsi,” pungkasnya. (hms)

Pos terkait