Usung Tagline Inklusif, Wahyudi Yunus Deklarasi Maju Musda KNPI Palopo

Penyerahan rekomendasi dukungan OKP secara kolektif kepada Calon Ketua KNPI Palopo, Wahyudi Yunus untuk bertarung di musda ke VI KNPI Palopo, Rabu (26/10/2022).

PALOPO — Sekretaris KNPI Palopo, Wahyudi Yunus menegaskan maju bertarung pada Musyawarah Daerah (musda) VI KNPI yang akan berlangsung pada Kamis (27/10/2022).

Mengusung tagline KNPI Inklusif, Wahyudi Yunus melakukan deklarasi sebagai calon ketua KNPI Palopo periode 2022-2025 di Cafe Up Street, Rabu (26/10/2022) sore. Sejumlah organisasi kepemudaan yang berhimpun di KNPI juga hadir untuk memberikan dukungan.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Yudi menceritakan perjalanan panjang ber-KNPI. Dimulai dari tahun 2014 di kepemimpinan Farid Kasim Judas. Wahyudi menjabat sebagai wakil sekretaris saat itu. Kemudian dilanjutkan di kepemimpinan Umar saat ini, Yudi sebagai Sekretaris.

“Deklarasi ini berjalan setelah melakukan diskusi panjang. Ketika teman-teman di kepengurusan KNPI meminta untuk melanjutkan kepengurusan Umar, saya kemudian bangun komunikasi ke semua OKP. Alhamdulillah responnya positif sehingga menjadi energi tambahan untuk berkontestasi di musda ke enam,” kata Wahyudi.

Lanjut Ketua SMSI Palopo itu, setelah komunikasi dengan berbagai OKP, ia diskusi ke teman-teman yang tidak ber-KNPI dan tidak ber-OKP. Seperti pemuda yang aktif di industri kreatif.

“Mereka punya harapan besar terhadap kemajuan kepemudaan di Palopo. Dari diskusi itulah, bahwa saya harus deklarasi. Karena banyak harapan dari pemuda, termasuk yang tidak ber-KNPI,” jelas Wahyudi.

Fokus Wahyudi ke depan ketika diberi amanah ialah pembangunan kepemudaan dan pelayanan kepemudaan.

“KNPI menjadi perpanjangan tangan pemerintah membangun kepemudaan. Hari ini masih banyak keresahan pemuda. Bayangkan, pemuda saja mau berkegiatan, urusan tempatnya saja susah dikomunikasikan. Padahal KNPI ada untuk itu, menjadi fasilitator,” terangnya.

Masih kata Yudi, pola komunikasi pemuda ke depan harus lebih terbuka untuk semua hal, khususnya mengenai kepemudaan.

“Kalau kita terbuka dalam menjalankan roda organisasi, tentu kolaborasi akan tercipta. Yang susah kalau masih melihat latar belakang. Kita akan fokus kepada pembangunan dan pelayanan kepemudaan. Identifikasi persoalan kepemudaan dan mencari solusinya,” tegasnya. (*)











Pos terkait