Hasil Monev Keterbukaan Informasi Publik, Lutra Paling Terbuka di Sulsel

  • Whatsapp
58

LUTRA – Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Selatan baru-baru ini merilis hasil monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik 2019. Di mana Kabupaten Luwu Utara menjadi daerah di Sulawesi Selatan dengan nilai tertinggi keterbukaan informasinya, yaitu 86,39. Dengan nilai tersebut, informasi di Luwu Utara dinilai paling terbuka di Sulsel.

Sekadar diketahui, pada acara Malam Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tiga tahun terakhir (2017 – 2019), Luwu Utara berhasil meraih nilai tertinggi. Semuanya dengan kategori menuju informatif. Hasil tersebut tentu menggembirakan karena keterbukaan informasi berjalan dengan sangat baik di Kabupaten Luwu Utara.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, hasil luar biasa ini masih menyisakan PR bagi Luwu Utara untuk dapat meraih hasil yang lebih baik lagi dengan target meraih skor penilaian antara 90 – 100 untuk bisa masuk kategori informatif. “Pada 2018, sebenarnya kita mampu meraih skor tertinggi (92,08), tapi kenyataannya kita masuk kategori menuju informatif,” ungkap Kadis Kominfo Luwu Utara, Arief R. Palallo, Senin (31/8/2020), di Masamba.

Arief menyebutkan, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan dan pembenahan yang lebih baik lagi guna mendongkrak skor penilaian agar Luwu Utara bisa masuk dalam posisi terbaik, yaitu informatif. “Insya Allah, kita optimistis bisa mendongkrak skor penilaian di atas 90. Ini dapat tercapai asalkan teman-teman PPID di masing-masing perangkat daerah mampu menyiapkan apa yang dibutuhkan KI,” sebut dia.

Saat ini, kata dia, KI Sulsel tengah melakukan penilaian Keterbukaan Informasi Publik 2020 untuk mencari tahu seperti apa keterbukaan informasi badan publik di Sulawesi Selatan. “Ya, sementara penilaian. Tahap presentasi kemungkinan minggu ini, tapi dilakukan secara virtual. Baru kemudian, KI akan melakukan visitasi. Teknisnya seperti apa, kita tunggu petunjuk dari KI Sulsel sebagai pemegang otoritas dari kegiatan ini,” terangnya.

Eks Kepala Kantor Pengelolaan Data Elektronik (PDE) ini menyebutkan, sejak penilaian keterbukaan informasi publik dilakukan pada 2017, Luwu Utara selalu menjadi yang terbaik. Hal itu menggambarkan bahwa pelayanan informasi dan pelayanan lainnya di Luwu Utara berjalan dengan baik. Semua itu, lanjut dia, tidak terlepas dari komitmen Bupati Luwu Utara yang menginginkan pelayanan harus berjalan maksimal. “Semoga Luwu Utara bisa memeroleh skor tertinggi, dan menjadi daerah paling informatif,” tandasnya. (hms)





Pos terkait