Konflik Mancani Telan Korban Jiwa, LMND Desak Penanganan Serius Polres dan Pemkot Palopo

  • Whatsapp
5

PALOPO — Konflik antar lingkungan Uri versus Batu di Kelurahan Mancani, Kecamatan Teluwanua Kota Palopo kembali ricuh dan menelan korban jiwa, Kamis kemarin.

Perseturuan kelompok warga tersebut sudah lama berlangsung tanpa penanganan serius dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat. Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Palopo, Didit Prananda, mendesak kepada jajaran Polres Palopo guna lebih serius menangani konflik.

Bacaan Lainnya

Termasuk peran pemerintah untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Khamtibmas) di Kota Palopo yang religius ini.

“Pemerintah tidak boleh tinggal diam karena sudah jatuh korban jiwa. Penegak hukum juga wajib ekstra maksimal dalam mengungkap dan menangkap pelaku,” kata mahasiswa Fakultas Sospol Unanda ini, Jumat (23/10/20).

Didit menduga, konflik Mancani terkesan dipelihara oleh kelompok tertentu. Sebab, sudah berlangsung lama tanpa ada upaya pencegahan dan antisipasi pra konflik dari stakeholder tekait.

“Seharusnya stakolder terkait membuat satuan tugas (satgas) yang melibatkan penegak hukum, pemerintah setempat dan tokoh masyarakat yang aktif memantau di lingkungan yang rawan konflik,” tandasnya.

Apalagi Walikota Palopo, Judas Amir dan tiga Kepala Daerah di Luwu Raya yakni, Andi Mudzakkar, Indah Putri Indriani dan Thorig Husler pada 2018 lalu, mendapat anugerah sebagai Pelopor Perdamaian dari Kementerian Sosial.

” Dengan penghargaan tersebut, selayaknya konflik sosial di Luwu Raya terkhusus Kota Palopo lebih maksimal dalam penanganannya,” katanya. (rls/adn)



Pos terkait