Lumpur Meluber Hingga ke Jalan di Lutim, Kementrian ESDM Sanksi PT PUL Hentikan Sementara Aktivitas Penambangan

  • Whatsapp
58

LUTIM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia memberikan sanksi kepada PT Prima Utama Lestari (PUL). Sanksi itu berupa mengehentikan sementara aktivitas penambangan di pit blok E.

Sanksi itu diberikan setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur bersama Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur melaporkan 15 Januari 2021 lalu, lumpur dari area penambangan PT PUL meluap ke jalan provinisi. Akibatnya arus kendaraan dan aktivitas warga terganggu.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Andi Tabacina mengatakan setelah lumpur PT PUL mengenangi jalan raya, ia bersama komisi III DPRD Luwu Timur berkunjung ke Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan untuk menginformasikan luapan material lumpur yang menimbun jalan trans Sulawesi.

Kunjungan ke ESDM Provinsi Sulsel ini juga untuk mempertanyakan sejauh mana hasil pemeriksaan kasus Lingkungan Hidup PT PUL yang sudah didaftarkan pada buku tambang 15 Januari 2020 lalu. Dari pertemuan dengan ESDM Sulsel ini hasilnya diteruskan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, sehingga terbitlah Sanksi penghentian sementara aktivitas tambang PT PUL.

Dalam Surat tersebut memerintahkan PT PUL menghentikan sementara kegiatan penambangan di Pit Blok E. Selama kegiatan penambangan dihentikan sementara, PT PUL diminta tetap melaksanakan kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di Pit Blok E .

Kemudian PT PUL diminta segera menindaklanjuti perintah buku tambang yang didaftarkan pada tanggal 15 Januari 2020, khususnya Perintah nomor 2 dan 3 yaitu melakukan pembenahan sistem drainase dan kolam pengendap utama di dusun Salociu Desa Ussu berdasarkan kajian teknis.

PT PUL harus melakukan penataan lahan yang terganggu pada sebagian area Pit Blok E yang akan memasuki apsca tambang dan segera melakukan penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) pada area timbunan tanah zona pengakaran (soil bank). (*)

Pos terkait