Sederet Dugaan Kuat Motif Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

Aparat berjaga di tempat kejadian perkara.

BANDUNG — Motif pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung hingga kini masih diselidiki oleh Polda Jabar dan Densus 88. Meski belum dipastikan motif pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar itu, namun terdapat sejumlah barang bukti yang dapat dianalisa untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.

Kuat dugaan, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung itu berkaitan dengan penolakan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang belum lama ini disahkan.

Bacaan Lainnya

Dugaan tersebut tak lepas dari barang bukti motor bebek berwarna biru milik pelaku bom bunuh diri yang berisikan pesan kecaman keras dan penolakan KUHP.

Sebelumnya, foto motor bebek yang diduga milik pelaku itu viral di media sosial. Warganet pun banyak merespons unggahan tersebut. Motor bebek berwarna biru itu diduga digunakan pelaku bom bunuh diri untuk menuju Polsek Astanaanyar Kota Bandung. Motor tersebut nampak diparkir di sekitar area Polsek.

Di depan motor yang diduga milik pelaku itu terlihat kertas berwarna putih berisikan pesan penolakan atas disahkannya KUHP yang ditempel menggunakan solatif. Kalimat di kertas berbunyi: “KUHP hukum syirik/kafir. Perangi para penegak hukum setan. QS: 9:29”

Jika diperhatikan secara telanjang, QS At Taubah ayat 29 yang dicantumkan dalam tulisan tersebut memiliki makna perintah Alquran untuk memerangi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.

Selain dugaan pelaku yang menolak KUHP, dugaan lainnya pelaku bom bunuh diri tersebut merupakan jaringan teroris di Indonesia. Setidaknya indikasi tersebut ada pada batok sepeda motor biru yang terdapat stiker persegi berwarna hitam yang menghimpun tulisan huruf Arab mirip logo ISIS di tengah-tengahnya.

Dugaan kuat lainnya, berdasarkan keterangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, bahwa pelaku terlibat dalam jaringan teroris yakni pelaku terafiliasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Pelaku terafiliasi JAD Bandung atau JAD Jawa Barat,” ungkap Sigit dikutip Portal Majalengka dari PMJ News pada Rabu, 7 Desember 2022.

Meski belum dibeberkan motif pasti pelaku pengeboman tersebut, pihak Polda Jabar mengatakan masih membutuhkan pendalaman.

Terkait spekulasi latar belakang protes isu KUHP dalam serangan bom bunuh diri itu. Deputi V Kantor Staf Presiden RI Jaleswari Pramodhawardani buka suara lewat siaran pers tertulis.

“Berdasarkan informasi media, pelaku diduga kuat adalah jaringan terorisme lama yang menolak demokrasi dan hukum modern seperti KUHP,” katanya dikutip dari Pikiran Rakyat.

Jaleswari di sisi lain menilai KUHP sudah melalui mekanisme DPR yang demokratis, sehingga penolakan juga harus melalui cara-cara senada.

Pelaku bom Astana Anyar bernama Agus Sujatno (34). Ia berasal dari Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.

Identitas Agus dibenarkan oleh kakek tirinya, Supono (84). Supono memastikan wajah pada mayat yang tubuhnya terpotong usai ledakan bom bunuh diri itu adalah cucunya. (*)





















Pos terkait