Gubernur Sulsel Dukung Produk Gula Semut Warga Luwu Dipasarkan Luas

  • Whatsapp
4

MAKASSAR – Pimpinan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sepakat Desa Kaladi, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Asse S dan rombongan didampingi Anggota DPRD Sulsel, Fadriaty AS, bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Mereka memperkenalkan hasil Produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warga di desa itu, Kamis (24/12/2020).

Selain memperkenalkan hasil produksi UMKM Desa Kaladi, Asse juga bermaksud mengundang Gubernur untuk melakukan lauching perdana di Kabupaten Luwu.

Bacaan Lainnya

“Insya Allah jika semuanya telah siap, mulai dari kualitas produksi dan sasaran untuk pemasaran, produk UMKM yang diberi lebel GulaNa Profesor ini akan segera kami launching,” katanya, Jumat (25/12/2020).

“Setelah melihat dan mencicipi gulaNa Profesor ini, Alhamdulillah Pak Gubernur suka, menurutnya, kemasan dan rasa dari gula semut ini sudah layak untuk dipasarkan lebih luas bahkan hingga mengekspornya, Gubernur juga bersedia membantu dalam hal pemasaran, dan mmenyarankan kami untuk tetap mempertahankan mutu dan kualitas dari rasa GulaNa Profesor ini,” tambahnya.

Sementara pendamping kehutanan LC-Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ismail Ishak mengatakan sebagai pendamping kehutanan, ia mencoba untuk membantu masyarakat untuk lebih produktif dalam mengolah hasil hutan, dan pengembangannya.

“Untuk brandnya yang dipakai ini memiliki unsure kearifan local yaitu GulaNa Profesor, gulana berasal dari bahasa Luwu, sedangkan ‘Profesor’ merujuk kepada Nurdin Abdullah yang merupakan pemimpin di Sulawesi Selatan dan peduli pada UMKM,” tuturnya.

Untuk diketahui, bahan dasar dari GulaNA Profesor ini berupa ballo yang merupakan minuman lokal yang diperoleh dari air pohon nira atau lontar, kemudian dimasak hingga mendidih sambil diaduk hingga beku dan berubah warna jadi merah. Setelah itu, gula ini dihaluskan dengan cara diayak kemudian dijemur selama satu jam, dan dalam proses pengolahannya, masih menggunakan alat-alat sederhana dan tanpa bahan pengawet. (fit)

Pos terkait