Mengenal Komoditas Tambang dan Potensi Indonesia di Dunia Pertambangan

  • Whatsapp
11

NEGARA Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang sangat luas. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Sumber daya alam tersebut dapat dibagi menjadi 2 jenis menurut sifatnya.

Pertama adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, atau sering juga disebut sumber daya alam terbarukan. Keedua adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui atau dapat juga disebut sumber daya alam tak terbarukan.

Bacaan Lainnya

Komoditas tambang termasuk ke dalam sumber daya alam tak terbarukan karena sebagian besar komuditas ini telah terbentuk sejak zaman purba dan akan memerlukan waktu yang sangat lama jika ingin diperbarui lagi.

Di Indonesia sendiri ada 8 jenis komuditas tambang yang masuk ke dalam sumber daya alam tak terbarukan. Komoditas tersebut adalah minyak bumi, batu bara, timah, biji besi, emas, tembaga, nikel dan intan.

MINYAK BUMI merupakan salah satu komoditas tambang utama di Indonesia yang berasal dari fosil berbagai material organik purbakala. Proses geokimia kemudian berubah bentuk menjadi minyak bumi. Minyak bumi menjadi sangat penting karena banyaknya kegunaan komoditas ini.

Baik sebagai bahan bakar kendaraan, keperluan rumah tangga, pembangkit listrik, bahan baku industri, dan kebutuhan lainnya. Karena perannya yang cukup vital, perubahan harga minyak bumi seringkali pada kestabilan ekonomi.

Di Indonesia minyak bumi ditambang di banyak daerah, yakni di Pulau Sumatra-Aceh, Riau, dan Muara Enim, Pulau Jawa Wonokromo , Surabaya, Cepu Cilacap, dan Majalengka-Jatibarang, Pulau Kalimantan, Tarakan, Amuntai dan areal Mahakam,serta Kepulauan Maluku dan Papua.

Selain di daratan, pertambangan minyak bumi juga banyak terdapat di area lepas pantai.

BATU BARA. Sepanjang sejarahnya, manusia telah lama memanfaatkan batu bara sebagai sumber energi, terutama dengan cara dibakar untuk memproduksi energi listrik dan panas. Batu bara terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan zaman purba yang akhirnya terpendam dan mengendap di dalam lapisan tanah hingga jutaan tahun lamanya.

Sisa-sisa material organik ini kemudian mendapat tekanan dan suhu yang terus meningkat sehingga terbentuklah batu bara. Batu bara memiliki beberapa kategori berdasarkan unsur karbon yang terkandung di dalamnya. Semakin tinggi tingkat karbon, maka akan semakin hitam warna batu bara.

Batu bara sendiri dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk memproduksi energi listrik dan panas. Untuk kebutuhan industri, batu baru juga sering digunakan untuk proses pemurnian logam. Hingga saat ini, batu bara merupakan bahan utama yang dipakai untuk menghasilkan listrik di seluruh dunia.

Sebagian besar pembangkit listrik di dunia masih menggunakan batu bara sebagai bahan baku energinya. Di Indonesia, kandungan cadangan batu bara terbesar berada di Kalimantan Timur dan kalimantan Selatan, serta juga di Sumatra Selatan.

Menurut data Internasional Energy Agency (IEA) secara global,pada Tahun 2018, Indonesia menempati peringkat ke-4 penghasil batu bara terbanyak di dunia sebesar 549 juta ton.

TIMAH merupakan salah satu komoditas tambang yang digunakan untuk memproduksi alat-alat elektronik seperti smartphone, komputer, TV, dan sebagainya. Timah sendiri terdapat pada batuan-batuan granit dan masih berbentuk serpihan kecil.

Dalam pengolahannya, timah akan dipisahkan dari batuan granit untuk mendapatkan konsentrasi tinggi hingga akhirnya diolah menjadi bijih timah dan menjadi timah produksi yang dipakai dalam skala yang lebih besar.

Menurut laporan Asosiasi Timah Internasional dan Survei Geologi Amerika Serikat Tahun 2020, Indonesia merupakan penghasil timah terbesar dengan posisi ke-2 dengan produksi timah sekitar 78.000 ton. Pada Tahun 2019, sebanyak 80.000 ton.

Indonesia juga memiliki cadangan timah terbesar ke-4 di dunia setelah Cina, Malaysia, dan Peru. Kepulauan Bangka dan Belitung merupakan daerah penghasil timah terbesar di Indonesia. Sekitar 90% timah yang dihasilkan Indonesia berasal dari kedua daerah ini
.

BIJIH BESI merupakan komoditas tambang berupa batu atau mineral (pasir) yang kemudian melalui proses ekstraksi sehingga menghasilkan logam besi. Logam besi dapat digunakan sebagai bahan baku logam utama baja.

Baja sendiri, karena sifatnya yang kuat dan ekonomis, seringkali dimanfaatkan untuk komponen utama bangunan, infrastruktur, peralatan, mobil, kapal, mesin, alat-alat rumah tangga, hingga senjata.

Barang-barang dari besi yang ada di rumah kita pada awalnya terbuat dari bijih-bijih besi kecil yang akhirnya diolah menjadi bongkahan besi dan dicetak sesuai dengan kebutuhan.

Tambang bijih besi di Indonesia banyak terdapat di daerah Cilacap, Lampung, dan pulau-pulau kecil sekitar Kalimantan seperti Derawan, dan Sebuku. Pengolahan bijih besi di Indonesia dilakukan oleh PT. Krakatau Steel yang terletak di Cilegon.

EMAS adalah salah satu logam yang tergolong logam mulia karena sifatnya yang tahan korosi (karat) dan beroksidasi. Sebagai logam mulia emas juga memiliki nilai komoditas dan nilai dagang yang relatif tinggi, dan merupakan salah satu jenis komuditas tambang utama di dunia.

Selain itu, emas juga digunakan sebagai salah satu bahan mata uang, alat pinjam investasi dan alat tukar. Meskipun dewasa ini banyak negara di dunia yang tidak lagi menggunakan emas dalam sistem keuangannya, emas masih memiliki nilai dangan transaksi yang relatif tinggi karena banyak digunakan untuk berbagai produk perhiasan dan juga beberapa industri lainnya.

Di Indonesia sendiri, Provinsi Papua tepatnya di Puncak Jaya, terdapat area penambangan yang bernama Tambang Grasberg dan merupakan lokasi tambang emas terbesar di dunia yang dikelola oleh PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Selain di Provinsi Papua, disejumlah wilayah di Provensi Sulawesi Selatan juga memiliki kandungan emas, salah satunya di Desa Rante Balla, Kec. Latimojong, Kab. Luwu, yang dikelolah oleh PT. Masmindo Dwi Area (MDA).

Perusahaan tambang emas ini terus melanjutkan tahapan eksplorasi yang merupakan tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas, dan sumber daya terukur dari bahan galian yang ditambang.

Saat ini, MDA sedang memasuki fase pra-konstrurksi atau pembangungan sejumlah fasilitas tambang dan pendukungnya, segera setelah tuntasnya proses kompensasi lahan dan tumbuhan.

TEMBAGA merupakan salah satu jenis logam dengan simbol unsur kimia Cu (Cuprum). Tembaga murni berwarna jingga kemerah-merahan yang banyak dipakai sebagai konduktor tenaga listrik dan panas, bahan bangunan, dan juga sebagai komponen dari beberapa jenis logam paduan/campuran.

Karena jenis logam ini secara alami dapat langsung dimanfaatkan tanpa melalui proses pemurnian (ekstraksi), tembaga telah digunakan oleh manusia sejak dahulu kala, tepatnya sejak awal dimulainya perkembagan peradaban manusia.

Di Indonesia pertambangan tembaga banyak terdapat di daerah Papua yang pengolahannya juga dilakukan oleh PT Freeport.

INTAN adalah salah satu dari jenis komuditas tambang batuan yang dikenal sangat keras. Seringkali intan digunakan untuk mata bor suatu mesin. Selain juga digunakan untuk perhiasan dengan nilai jual yang sangat tinggi.

Intan didapat dengan menggali tanah, kemudian tanah ditambang dengan air hingga ditemukan bijih intan. Daerah penghasil intan terbesar di Indonesia terdapat di Martapura, Kalimantan Selatan.

NIKEL adalah logam yang dalam penggunaannya banyak dicampur dengan besi agar menjadi tahan karat dan menjadi baja, atau dicampur dengan tembaga agar menjadi kuningan dan perunggu. Selain itu nikel digunakan untuk membuat mata uang logam.

Daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia terdapat di Soroako, Sulawesi Selatan dan Pomala, Sulawesi Tenggara. Hingga akhir 2018, perusahaan tambang di Indonesia baru memiliki 27 fasilitas pengolahan hasil tambang (smalter), dan sekitar 30 smelter lagi yang sementara ini masih dalam tahap perencanaan.

Dari 27 smelter, sebanyak 17 smelter merupakan pengolahan hasil tambang nikel dan 4 smelter besi. Sisanya merupakan smelter tembaga, bauksit, dan mangan masing-masing 2 smelter. (*/berbagai sumber)





Pos terkait